TPN XII Banyuwangi Diikuti 450 Pendidik, Ipuk Dorong Guru Adaptif Hadapi Era Digital

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 29 Juli 2026, 19:55 WIB
1000978339
Bupati Ipuk meyapa peserta Temu Pendidik Nusantara.

BanyuwangiNet.com – Sebanyak 450 pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di Banyuwangi mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) XII yang digelar pada 29–30 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi praktik baik, memperkuat kapasitas pendidik, serta membangun kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Peserta TPN XII terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas, hingga pegiat komunitas pendidikan. Selama dua hari, mereka mengikuti berbagai sesi diskusi, pelatihan, dan berbagi pengalaman untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Membuka kegiatan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (29/7/2026), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta berani melakukan perubahan dalam metode pembelajaran.

Menurut Ipuk, tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks menuntut guru memiliki pola pikir yang terbuka terhadap inovasi sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang relevan dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Kita perlu membangun ekosistem belajar yang baik, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Ia menegaskan, Temu Pendidik Nusantara tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Para peserta diharapkan memanfaatkan forum tersebut untuk mengevaluasi diri, memperkaya wawasan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

“Bawalah pulang ide-ide baru dan wawasan yang utuh untuk bapak dan ibu terapkan di sekolah masing-masing. Bangunlah jejaring yang kuat antarpendidik untuk saling mengisi ruang-ruang kelas kita dengan kreativitas,” pesannya.

Temu Pendidik Nusantara XII merupakan hasil kolaborasi Guru Belajar Foundation (GBF), Sekolah Cikal Jakarta, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Tahun ini Banyuwangi kembali menjadi salah satu tuan rumah pelaksanaan TPN yang digelar serentak di 46 kabupaten/kota di Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menjelaskan hari pertama diikuti sekitar 450 pendidik dengan berbagai agenda, seperti bincang pendidikan bersama Konsultan Pendidikan IPB Dr. Budi Susetyo, debat solusi pendidikan, hingga kelas internasional yang menghadirkan narasumber dari Malaysia dan Korea Selatan.

Pada hari kedua, kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 3 Banyuwangi dengan jumlah peserta yang sama.

“Hari kedua juga diikuti 450 pendidik. Kegiatan dipusatkan di SMPN 3 Banyuwangi dengan pembagian beberapa kelas. Mencakup kelas kompetensi, kelas pendidik, kelas pemimpin, pameran karya siswa, hingga pasar solusi pendidikan,” terang Alfian.

Ketua Guru Belajar Foundation, Pingkan Juwita Fakharia, mengapresiasi tingginya antusiasme para pendidik di Banyuwangi. Mengusung tema “Cita-Cita Kolektif Kewargaan Desa Dunia”, TPN XII mendorong para guru menghadirkan inovasi pendidikan yang berangkat dari potensi dan kebutuhan daerah masing-masing.

Perkins International Jadikan Banyuwangi Studi Kasus Pendidikan Inklusif untuk Anak Usia Dini

Menurut Pingkan, menjadi bagian dari masyarakat global tidak berarti meninggalkan identitas lokal. Justru, solusi pendidikan yang lahir dari konteks daerah dinilai dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Menjadi warga dunia bukan berarti melupakan akar kita, tetapi justru diajak menghadirkan solusi yang lahir dari konteks daerah masing-masing. Perubahan pendidikan tidak dibangun oleh satu guru atau satu sekolah saja, tetapi melalui cita-cita kolektif yang tumbuh dari kolaborasi,” tegas Pingkan.

Pemkab Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro 2026, Biayai Kuliah hingga Pendidikan Dokter Spesialis

TPN XII Banyuwangi juga dihadiri berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan, di antaranya Rektor UI Cordoba Banyuwangi Prof. Agus Trihartono, perwakilan Universitas Ibrahimy Genteng, Founder Rumah Literasi Indonesia Tunggul, serta Pembina Yayasan Cikal Jakarta Tari Sandjojo.

Rangkaian Temu Pendidik Nusantara dari seluruh daerah di Indonesia akan ditutup dengan pertemuan nasional yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Jakarta, sebagai ajang berbagi praktik terbaik dan memperkuat kolaborasi antarpendidik dalam mewujudkan transformasi pendidikan nasional.

Artikel Terkait