SMPN 3 Banyuwangi Sukses Kelola Sampah Sirkular, Hasilkan Kompos hingga Eco Enzyme

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 8 April 2026, 20:50 WIB
1000786201
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melihat prose pengolahan sampah di SMPN 3 Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular kini telah menjangkau dunia pendidikan. Salah satu contohnya terlihat di SMP Negeri 3 Banyuwangi, yang berhasil mengelola sampah sehingga mengahasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis.

Sekolah ini tidak hanya menjalankan sistem pengolahan sampah, tetapi juga memiliki bank sampah yang dikelola langsung oleh para siswa. Para murid bersama guru secara aktif mengolah sampah organik seperti daun kering dan sisa makanan.

Daun kering dan ranting berasal dari pohon-pohon besar dan rindang yang ada di sekolah ini. Daun dan ranting yang sebelumnya dianggap limbah, kini dimanfaatkan sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi. Kegiatan ini dipusatkan di area belakang sekolah yang menjadi lokasi pengolahan sampah harian.

Pengolahan dilakukan melalui beberapa tahapan. Dimulai dari pengumpulan daun kering, kemudian diolah menjadi kompos setengah matang, hingga menjadi kompos siap panen.

Produk akhir berupa pupuk organik tersebut dikemas dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan. Selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah.

Inovasi lain yang dilakukan adalah pemanfaatan sisa makanan menjadi pakan maggot. Hasil budidaya maggot tersebut kemudian digunakan sebagai pakan ikan nila yang dipelihara di kolam sekolah.

“Sisa makanan dari MBG juga kami kelola sebagai pakan maggot. Hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah,” ujar M. Fadil, siswa kelas 8.

Fadil yang aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah, mengaku telah mengikuti kegiatan ini sejak kelas 7 karena ketertarikannya pada bidang pertanian.

“Sejak kelas 7 sudah ikut mengelola sampah. Di rumah juga suka tanam-tanam, jadi senang bisa praktik langsung di sekolah,” tambahnya.

Datangi Sekolah, Bupati Ipuk Pantau Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Jenjang SMP

Apresiasi Bupati Banyuwangi

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, memberikan apresiasi terhadap program yang dijalankan sekolah tersebut. Ipuk bahkan sempat datang untuk melihat langsung proses pengolahan sampah tersebut. Dia menilai kegiatan ini tidak hanya mendidik siswa tentang lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat.

“Ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat. Tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Ipuk.

Ia juga berharap program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. “Ini bisa menjadi role model. Sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” sambungnya.

Selain pengelolaan sampah, SMPN 3 Banyuwangi memiliki sejumlah prestasi. Salah satunya dengan meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, yaitu predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan.

Kepala sekolah SMPN 3 Banyuwangi, Holilik, menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya juga menjadi pelopor sekolah yang mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen dalam kurikulum pembelajaran.

“Kami juga memiliki fasilitas Geopark Corner, Duta Geopark, dan modul pembelajaran khusus, serta pernah dikunjungi asesor UNESCO dan Badan Geologi,” pungkasnya.

Run For Rivers di Banyuwangi Dorong Pengurangan Sampah Sungai

Artikel Terkait