Run For Rivers di Banyuwangi Dorong Pengurangan Sampah Sungai

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 7 April 2026, 08:06 WIB
1000785048
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani bertemu dengan perwakilan Sungai Watch.

BanyuwangiNet.com – Komitmen Pemkab Banyuwangi dalam mengurangi sampah plastik, terutama di sungai dan laut, terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi. Salah satunya dengan mendukung gerakan “Run For Rivers” yang diinisiasi oleh organisasi lingkungan Sungai Watch.

Sungai Watch merupakan organisasi non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada penanganan sampah di sungai dan laut. Sejak 2021, organisasi ini telah bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi dalam berbagai program pengelolaan sampah.

Gerakan “Run For Rivers” dimulai pada 4 April 2026 dari Bali dan ditargetkan berakhir di Jakarta pada Mei 2026. Dalam perjalanannya, tim Sungai Watch tidak hanya berlari melintasi berbagai daerah, tetapi juga melakukan aksi bersih-bersih sungai serta memetakan titik-titik rawan pencemaran, seperti lokasi pembuangan sampah ilegal dan open dumping.

Saat melintasi Banyuwangi, aksi ini digelar di Kecamatan Kalipuro dan Wongsorejo dengan melibatkan puluhan elemen masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kebersihan lingkungan.

“Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dilalui pada gerakan lari ‘Run For Rivers’ ini. Kami berterima kasih atas kerja sama yang terjalin selama ini, dan dalam gerakan ini Sungai Watch juga melakukan aksi bersih-bersih sungai bersama elemen masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (7/4/2026).

PCNU Banyuwangi 2026–2031 Dilantik, Bupati Ipuk Ajak NU Perkuat Sinergi Bangun Daerah

Hingga 2025, Sungai Watch telah memasang sekitar 80 barrier atau jaring sampah di sejumlah sungai di Banyuwangi. Selain itu, mereka juga berhasil mengangkat sekitar 1.000 ton sampah plastik dari aliran sungai.

Tidak hanya fokus pada pembersihan, Sungai Watch juga membangun fasilitas pengolahan sampah berupa gudang pemilahan dan pencacahan plastik di tiga kecamatan, yakni Giri, Rogojampi, dan Bangorejo.

Edukasi terkait pemilahan sampah juga diberikan kepada para pelajar sebagai bagian dari upaya jangka panjang. Ipuk menambahkan, kontribusi Sungai Watch sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat sistem penanganan sampah.

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi Sungai Watch yang selama ini telah membantu Banyuwangi dalam penanganan sampah di daerah,” katanya.

TKA SMP 2026 Dimulai 6 April, Bupati Ipuk Pastikan Kesiapan Sekolah

Sementara itu, Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, menjelaskan bahwa kegiatan “Run For Rivers” juga berfungsi sebagai upaya pengumpulan data lapangan. Tim melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan pencemaran di setiap wilayah yang dilalui.

“Kita juga akan bertemu dengan stakeholder di rute yang kami lalui untuk membahas kemungkinan lebih lanjut tentang permasalahan sampah di wilayahnya, seperti apakah ada solusi yang bisa di-scale up,” ujar Gary.

Ia menambahkan, hasil pemetaan tersebut nantinya akan dilaporkan ke pemerintah pusat setelah tim mencapai Jakarta. Data tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi penanganan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Setelah sampai di Jakarta kami juga akan bertemu dengan pusat, melaporkan hasil pemetaan kami untuk memberikan masukan penanganan sampah,” pungkasnya.

Artikel Terkait