Polresta Banyuwangi Perluas Program Paham AI, 300 Siswa MAN 1 Belajar Cegah Hoaks

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 23 Agustus 2026, 13:46 WIB
WhatsApp Image 2026-08-23 at 11.48.03
Personel Polresta Banyuwangi sedang memberikan materi dihadapan murid MAN 1 Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Polresta Banyuwangi terus memperluas edukasi literasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bagi kalangan pelajar. Melalui Program Paham AI, sebanyak 300 siswa MAN 1 Banyuwangi mendapat pembekalan mengenai pemanfaatan AI secara aman, kritis, dan bertanggung jawab.

Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula MAN 1 Banyuwangi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kemampuan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus tantangan informasi di ruang digital.

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah Fighting Hoax with AI. Dalam materi ini, siswa dikenalkan pada pemanfaatan AI sebagai salah satu alat bantu untuk memeriksa informasi.

Para peserta diajarkan mengenali ciri-ciri konten mencurigakan, membandingkan informasi dari sejumlah sumber, serta melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau membagikannya melalui media sosial.

Pembekalan tersebut diharapkan mendorong siswa menjadi pengguna teknologi yang lebih kritis sehingga tidak mudah terpengaruh maupun ikut menyebarkan informasi palsu.

Selain materi tentang penanganan hoaks, peserta juga mendapatkan materi Introduction to AI, Ethical Use of AI, dan AI Prompts 101. Introduction to AI memberikan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan dan cara kerjanya. Sementara Ethical Use of AI membahas pentingnya etika serta keamanan ketika menggunakan teknologi tersebut.

Adapun AI Prompts 101 membekali siswa dengan kemampuan menyusun instruksi atau prompt yang lebih tepat sehingga AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar maupun mengembangkan kreativitas.

Salah seorang peserta, Virdha, menilai materi yang diberikan relevan dengan kehidupan pelajar yang semakin dekat dengan teknologi digital.

“Materinya seru dan relate banget dengan kami yang setiap hari menggunakan teknologi. Ternyata AI bukan cuma buat cari jawaban, tetapi juga bisa membantu mengecek informasi dan mendukung tugas sekolah,” ungkapnya.

Briptu Bintang Wiratama Raih Emas Karate Kapolri Cup 2026, Harumkan Polresta Banyuwangi

Menurut Virdha, pemanfaatan AI tetap harus diiringi kemampuan berpikir kritis. Hasil yang diberikan teknologi tersebut tidak bisa diterima begitu saja tanpa dilakukan pengecekan ulang.

“Yang penting, kami tetap harus berpikir kritis, mengecek ulang hasilnya, dan menggunakannya dengan bijak,” lanjutnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan, literasi AI penting diberikan kepada pelajar seiring semakin luasnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

13 Personel Polresta Banyuwangi Dapat Penghargaan atas Kinerja dan Prestasi

Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya memiliki keterampilan teknis dalam menggunakan AI. Mereka juga perlu memahami aspek kritis, etika, dan tanggung jawab ketika memanfaatkan teknologi tersebut.

Literasi AI diharapkan membantu pelajar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk hal-hal positif sekaligus lebih berhati-hati ketika menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.

Artikel Terkait