Pengalengan Ikan Banyuwangi Sukses Ekspor ke 50 Negara
BanyuwangiNet.com – Pengolahan ikan kaleng di Banyuwangi telah tembus pasar ekspor di 50 negara.
Salah satu perusahaan yang mendulang sukses adalah Pasific Masami Indonesia, yang beroperasi di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Perusahaan ini merupakan bagian dari Pasific Harvest Group dan telah mengirim produk ikan kaleng ke luar negeri sejak awal tahun 2000-an. Pasar internasional pertama yang ditembus adalah negara-negara di Benua Afrika, berkat keikutsertaan perusahaan dalam berbagai pameran dagang internasional yang difasilitasi pemerintah.
“Awalnya kami hanya melayani pasar dalam negeri sejak tahun 1988. Baru setelah tahun 2000, produk kami mulai diekspor ke luar negeri,” ujar Owner PT Pasific Masami Indonesia, Sherly Indrawati Aminoto.
Produk unggulan perusahaan meliputi ikan lemuru, tuna, dan bandeng dalam kemasan kaleng. Untuk memenuhi permintaan, perusahaan bahkan harus mendatangkan tuna dari perairan luar negeri karena sifat migrasi ikan ini yang lintas negara.
“Kebutuhan ikan kaleng di pasar global bisa dibilang tak terbatas. Mereka siap menerima berapa pun jumlah yang mampu kami ekspor. Namun, tantangannya adalah keterbatasan bahan baku,” kata Sherly.
Dengan kapasitas produksi mencapai 150 ton ikan per hari, Pasific Masami Indonesia hanya mampu melayani sekitar 100 kontainer per bulan. Jumlah ini masih jauh dari permintaan pasar yang terus meningkat.
Negara-negara tujuan ekspor mencakup wilayah Eropa, Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Utara. Selain itu, perusahaan tengah menjajaki pasar baru, termasuk Australia, Spanyol, dan Portugal.
Baca Juga: Banyuwangi Raih Gelar Kabupaten Terinovatif untuk Ketujuh Kalinya Berturut-turut
Pada akhir September lalu, PT Pasific Masami Indonesia berhasil menembus pasar Kanada dengan kontrak ekspor senilai 10 juta dollar AS (sekitar Rp 151 miliar) untuk jangka waktu enam bulan. Kontrak ini menjadi salah satu pencapaian besar yang semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai penghasil produk ikan kaleng berstandar internasional.
Dengan keberhasilan ini, industri pengolahan ikan kaleng di Banyuwangi diharapkan dapat terus berkembang, memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, dan membuka lapangan kerja lebih luas. Dukungan pemerintah dan optimalisasi sumber daya menjadi kunci untuk menjawab tantangan dalam memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat.