Pemkab Banyuwangi Luncurkan TEMAN Lansia, Relawan Diterjunkan Cari Lansia yang Belum Terlayani

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 8 Oktober 2026, 16:18 WIB
1001109728
Bupati Ipuk meluncurkan program TEMAN Lansia di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan TEMAN Lansia, program yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus memastikan para lanjut usia (lansia) mendapatkan pendampingan dan layanan sesuai kebutuhannya.

Melalui program ini, Pemkab Banyuwangi menerjunkan relawan untuk mendampingi lansia sekaligus mencari warga lanjut usia yang belum tersentuh program pemerintah.

TEMAN merupakan akronim dari Terpadu, Empati, Mandiri, Adaptif, dan Nyaman. Program tersebut dibangun sebagai ekosistem terpadu yang melibatkan pemerintah, pendamping sosial, pilar sosial, keluarga, masyarakat, komunitas, hingga dunia usaha.

TEMAN Lansia diluncurkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, (8/10/2026). Peluncuran dihadiri ratusan relawan yang terdiri dari Pendamping PKH, petugas Puskesmas, kader PKK, hingga kader Posyandu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, relawan TEMAN Lansia memiliki sejumlah tugas utama. Selain mendampingi lansia, mereka juga ditugaskan menemukan lansia yang selama ini belum mendapatkan program atau layanan pemerintah.

“Yang ketiga bagaimana mereka nanti berkoordinasi dengan dinas terkait dengan temuan yang mereka hadapi di lapangan,” jelas Ipuk.

Menurut Ipuk, masih terdapat lansia di Banyuwangi yang hidup dalam kondisi kekurangan dan belum mendapatkan dukungan pemerintah, termasuk layanan kesehatan.

“Dengan TEMAN Lansia ini, mudah-mudahan semua lansia yang ada di Banyuwangi nanti bisa mendapatkan dukungan itu,” ungkapnya.

Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah memiliki sejumlah program untuk membantu lansia. Salah satunya Rantang Kasih, yang memberikan makanan bergizi siap santap secara gratis setiap hari kepada lansia kurang mampu, sebatangkara, terlantar, dan tidak memiliki penghasilan.

Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan lansia yang belum masuk dalam penerima program karena persoalan pendataan.

“Tapi ternyata juga masih ada masyarakat lansia yang juga belum mendapatkan program itu, terlewati. Bukan karena tidak dapat, tapi terlewati datanya,” katanya.

Untuk memastikan sasaran program lebih tepat, TEMAN Lansia menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS). Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah mendapatkan data lansia yang lebih akurat dan sesuai kondisi di lapangan. Program ini juga mendapat dukungan BPJS Kesehatan untuk memastikan lansia mendapatkan akses jaminan kesehatan.

“Nah, bagi masyarakat lansia yang belum memiliki BPJS kesehatan, nanti bisa di cover baik itu dari PBI maupun juga dari APBD,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Kabupaten Banyuwangi, Setyo Puguh Widodo, mengatakan berdasarkan data Dinas Kependudukan Banyuwangi, jumlah lansia mencapai sekitar 252 ribu orang.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 11,8 persen dari total penduduk Banyuwangi yang mencapai 1,8 juta jiwa. Kategori lansia dalam program tersebut adalah warga berusia 60 tahun ke atas.

Setyo mengatakan, lansia menghadapi beragam persoalan. Mulai dari kemiskinan, sakit, terlantar, hidup sebatang kara, disabilitas, hingga kesepian.

“Mampu, tapi tidak ada yang memperdulikan,” bebernya.

Perda Perlindungan PMI Banyuwangi Disahkan, Pemkab Siapkan Layanan Terpadu

Karena itu, relawan TEMAN Lansia tidak hanya bertugas melakukan pendataan. Mereka juga akan melakukan asesmen dan menindaklanjuti persoalan yang ditemukan di lapangan. Relawan berasal dari berbagai unsur, seperti petugas kesehatan Puskesmas, kader Posyandu, pendamping sosial, dan unsur lainnya.

“Targetnya, semua lansia ini bisa terjangkau asesmennya, permasalahannya bisa terdeteksi,” ujarnya.

Untuk mempercepat proses pendataan dan penanganan, relawan TEMAN Lansia menggunakan formulir digital yang terhubung langsung dengan Dinas Sosial.

Pemkab Banyuwangi Gandeng BSI Perkuat Pengentasan Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Kesehatan

Data hasil asesmen tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi Dinas Sosial untuk mengoordinasikan penanganan sesuai persoalan dan kebutuhan masing-masing lansia.

“Tidak hanya mendata, tetapi juga memastikan kebutuhan lansia ditindaklanjuti. Misalnya kalau memang butuh dikirim makanan harian, ataupun butuh alat bantu gerak. Nanti kami suport dari APBD atau menggerakkan elemen untuk membantu mereka,” ujarnya.

Artikel Terkait