Pemkab Banyuwangi Gandeng BSI Perkuat Pengentasan Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Kesehatan
BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan dan kesehatan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan, di Banyuwangi, (7/9/2026).
Melalui kerja sama tersebut, Pemkab Banyuwangi dan BSI berkomitmen memperkuat sinergi pembangunan daerah dengan mengoptimalkan pemanfaatan produk dan layanan perbankan syariah.
Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI, Muhammad Arif Gunawan, mengatakan BSI siap menjadi mitra strategis Pemkab Banyuwangi dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
“Hari ini kita spesifik berbicara terkait konstelasi ekosistem kesehatan dan pendidikan. Kami akan mengolaborasikan pendayagunaan dana sosial BSI Maslahat agar berdampak tepat sasaran,” jelasnya.
Muhammad Arif menjelaskan, dukungan BSI di bidang kesehatan mencakup penguatan sarana rumah sakit hingga puskesmas. BSI juga mengalokasikan program CSR untuk penanganan stunting serta memberikan bantuan kepada pasien yang masuk kategori dhuafa.
Di sektor pendidikan, BSI menyiapkan program beasiswa bagi pelajar sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan pembangunan sumber daya manusia di Banyuwangi.
“Penyaluran dana beasiswa tersebut akan disinergikan bersama lembaga pendidikan formal maupun informal di Banyuwangi,” terangnya.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan program sosial sekaligus memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan dukungan BSI dapat memperkuat berbagai program pemerintah daerah sekaligus mendukung upaya penurunan angka kemiskinan di Banyuwangi.
Perda Perlindungan PMI Banyuwangi Disahkan, Pemkab Siapkan Layanan Terpadu
Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi selama ini terus melakukan berbagai inovasi di bidang kesehatan dan pendidikan. Kedua sektor tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Sejumlah program yang telah dijalankan antara lain Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa Progresif, Garda Ampuh untuk memutus mata rantai anak putus sekolah, Mall Orang Sehat, layanan jemput bola bagi warga yang membutuhkan perawatan, hingga penanganan stunting.
Camat hingga Kepala OPD Pemkab Banyuwangi Jalani Tes Urine, Tegaskan Zero Tolerance Narkoba
Dalam penanganan stunting, Pemkab Banyuwangi juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk kader dan pedagang sayur keliling atau mlijoan.
“Berkat kerja gotong royong ini, IPM meningkat menjadi 75,17, lebih tinggi jika dibandingkan wilayah Sekarkijang, kemiskinan kita juga turun menjadi 6,13 persen. Semoga dengan dukungan BSI, upaya-upaya yang kita lakukan ini semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Ipuk.