Mengusung Konsep Kampung Osing, Pembangunan AWT Banyuwangi Terus Dikebut

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 17 Maret 2022, 14:28 WIB
Mengadopsi kearifan lokal dengaan mengusung konsep Kampung Osing, pengerjaan  pembangunan kawasan Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi terus dikebut.

BanyuwangiNet – Mengadopsi kearifan lokal dengaan mengusung konsep Kampung Osing, pengerjaan  pembangunan kawasan Agrowisata Tamansuruh AWT Banyuwangi terus dikebut.

AWT merupakan destinasi yang memadukan pariwisata dan sektor pertanian di lahan seluas sekitar 10,5 hektare.  Destinasi ini terletak di lereng kaki Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. Destinasi ini dikenal dengan hamparan berbagai jenis komoditas pertanian unggulan, baik pangan maupun hortikultura.

AWT merupakan salah satu program pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional, dengan dukungan  APBN dari pemerintah pusat sebesar Rp 25,7 miliar.

“AWT mendokumentasikan Banyuwangi di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Destinasi ini mengusung konsep semacam Kampung Osing. Ada perpaduan antara kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi di kawasan wisata tersebut,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (13/3/2022).

Baca Juga: Dari Festival Kitab Kuning Banyuwangi 2022, Interaksi Budaya dan Sejarah Bangsa

“Terima kasih pemerintah pusat telah mendukung pengembangan kawasan AWT di Banyuwangi. Semoga  bisa menjadi magnet baru wisata Banyuwangi, dan turut mendorong pemulihan ekonomi daerah,” kata tambah Ipuk.

Di lokasi tersebut bakal dibangun bangunan inti dan kolam, ground water tank, toilet publik, musala, dan deretan rumah Suku Osing. Dilengkapi juga tempat pembuangan sampah sementara (TPS), plaza Osing, serta sanggar tari. Sejumlah fasilitas di antaranya, pedestrian, jalan untuk akses kendaraan dan mobil, area parkir bus, ticketing kendaraan, serta area parkir mobil dan motor.

Plt. Kepala Dinas PU CKPR, Danang Hartanto, menjelaskan sampai dengan Desember 2021 lalu pengerjaan proyek penataan kawasan AWT telah mencapai 50 petsen.

Baca Juga: Festival Cokelat Banyuwangi, Mulai Edukasi Kakao hingga 1000 Cup Minuman Cokelat Gratis

Pengerjaan proyek ini sendiri dikerjakan oleh pihak ketiga yang ditunjuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur.

“Pengembangan AWT dilakukan tanpa mengubah konsep awal, yakni konsep desa wisata yang menjual keotentikan budayanya, tanpa melupakan pelestarian lingkungaan,” ujar Danang.

Danang memastikan penataan kawasan AWT dilakukan dengan tetap menonjolkan kearifan lokal.

“Bakal banyak bangunan rumah osing hingga sanggar tari yang akan digunakan untuk menampilkan berbagai kesenian khas Banyuwangi. Pengunjung yang datang akan merasakan seperti berada di sebuah kampung Osing,”  tambah Danang.

Artikel Terkait