Festival Cokelat Banyuwangi, Mulai Edukasi Kakao hingga 1000 Cup Minuman Cokelat Gratis

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 12 Maret 2022, 17:29 WIB
Festival Cokelat Banyuwangi, Mulai Edukasi Kakao hingga 1000 Cup Minuman Cokelat Gratis

BanyuwangiNet – Dikenal sebagai salah satu penghasil coklat terbaik di dunia, Kabupaten Banyuwangi menggelar “Festival Cokelat Banyuwangi”, Sabtu-Minggu, (12-13 Maret 2022), di destinasi wisata Doesoen Kakao, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore.

Doesoen Kakao terletak di areal Perkebunan Nasional (PTPN) XII Kendenglembu yang luasnya mencapai 1.500 hektar. Datang ke festival ini, pengunjung bisa mencicipi berbagai olahan makanan dan minuman berbahan dasar cokelat. Sedikitnya akan disediakan 1000 cup cokelat hangat kualitas terbaik yang bisa dinikmati pengunjung secara free.

Festival Cokelat Banyuwangi rutin digelar sejak tahun 2012. Tujuannya untuk mempromosikan kekayaan coklat Banyuwangi yang diminati dunia. “Pemulihan ekonomi tetap menjadi fokus kami. Dengan festival ini kami ingin menggairahkan kembali Doesoen Kakao sebagai sentra komoditi, industri, edukasi, dan agrowisata kakao,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (12/3/2022).

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, M. Khoiri, menjelaskan bahwa Festival Cokelat Banyuwangi tahun ini akan dengan sejumlah agenda.

Keseruan Festival Cokelat Banyuwangi

Di hari pertama (12/3) digelar lomba mengolah makanan dan minuman berbahan dasar cokelat, yang diikuti para chef dari hotel dan restoran se-Banyuwangi. Dilanjutkan dengan lomba tari gandrung tingkat SMA se-Banyuwangi.

Baca Juga: “International Bussiness Matching Ijen Coffee Banyuwangi”, Pertemukan Petani dan UMKM Kopi dengan Buyer dari Tiga Negara

Di hari yang sama juga digelar sekolah kakao yang melibatkan pelajar SMK pertanian di Kecamatan Glenmore dan sekitarnya. Peserta diedukasi bagaimana memproses biji kakao, cara pengolahan, hingga packagingnya. Mereka juga diajak praktek langsung membuat olahan cokelat menggunakan peralatan modern di pabrik cokelat Glenmore.

Hari berikutnya (13/3) digelar Fun Bike dengan menyusuri rute menantang sepanjang 20 KM di perkebunan Doesoen kakao. Meski menguji adrenalin, rute ini disebut juga menawarkan panorama indah hamparan pepohonan kakao, berpadu dengan udara sejuk khas perkebunan yang berlimpah oksigen.

“Selain menikmati suasana perkebunan, peserta gowes maupun pengunjung bisa langsung mencicipi berbagai olahan pangan dari cokelat yang telah disiapkan,” kata Khoiri.

Baca Juga: Gerakan Belanja di Warung Rakyat dan UMKM Banyuwangi, Bupati Ipuk Borong Sembako dan Pantau Harga Minyak Goreng

Usai gowes, peserta dihibur dengan berbagai kesenian daerah, seperti tari gandrung dan lagu-lagu osing. “Bazar UMKM juga dibuka selama kegiatan berlangsung, sehingga pengunjung juga bisa belanja produk UMKM di sini,” pungkasnya.

Doesoen Kakao terkenal sebagai penghasil biji kakao Edel yang dikenal terbaik di dunia. Hampir 86 persen cokelat hasil panen perkebunan tersebut diekspor keluar negeri. Perkebunan ini juga menyediakan berbagai produk berbahan dasar cokelat yang sudah diolah menjadi makanan dan minuman.

Artikel Terkait