Kolaborasi Polisi dan Petani di Banyuwangi: Panen Jagung Perdana dari Lahan Perhutani

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 10 April 2025, 17:13 WIB
panen jagung

BanyuwangiNet.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Banyuwangi menunjukkan hasil positif. Jajaran Polresta Banyuwangi bersama Kelompok Tani Rukun Makmur melakukan panen jagung di lahan milik Perhutani seluas 10,4 hektare yang berada di Kelurahan Kalipuro, Kecamatan Kalipuro, Kamis (10/4/2025).

Jagung yang dipanen ini merupakan hasil dari penanaman yang dilakukan pada Desember 2024. Selama prosesnya, para petani mendapatkan pendampingan dari aparat kepolisian yang tergabung dalam Gugus Tugas Ketahanan Pangan. Pendampingan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.

Menuju Swasembada Pangan, Banyuwangi Targetkan Produksi 800.000 Ton Beras pada 2025

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, jagung ditanam di atas lahan seluas 38 hektare di kawasan tersebut. Namun karena penanamannya dilakukan secara bertahap, panen kali ini berasal dari lahan yang pertama kali ditanami.

“Estimasinya, per hektare lahan bisa menghasilkan antara 5 sampai 6 ton jagung,” jelas Rama.

Lebih dari sekadar pendampingan teknis, pihak kepolisian juga berperan dalam menghubungkan petani dengan lembaga penyerapan hasil panen. Rama mengatakan, pihaknya akan menjalin koordinasi dengan Bulog sebagai penyalur utama.

“Kalau nanti hasil panennya belum memenuhi kriteria untuk diserap Bulog, kami akan fasilitasi distribusi ke para pedagang,” tambahnya.

Bupati Banyuwangi Sidak Pelayanan Publik, Soroti Kebersihan Kantor

Sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Banyuwangi menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 650 hektare. Hingga awal 2025, sudah sekitar 300 hektare yang ditanami, dengan Kecamatan Glenmore menjadi wilayah terluas yang dijadwalkan akan panen raya pada bulan Mei.

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, polisi bekerja sama dengan Perhutani dan PTPN untuk mengidentifikasi lahan-lahan produktif yang belum termanfaatkan. Mereka juga menggandeng kelompok-kelompok tani di berbagai wilayah untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tersebut.

Selain itu, polisi turut membantu petani dalam pengadaan sarana produksi. Mereka mendampingi proses pengajuan bantuan pupuk dan bibit ke Kementerian Pertanian melalui dinas setempat.

Balapan Unik di Sawah Banyuwangi: Ketangkasan Pengangkut Gabah Uji Adrenalin di “Manol Gabah Championship”

“Anggota kami yang bertugas di desa dan kelurahan aktif mendampingi agar proses dari awal hingga panen bisa berjalan maksimal,” jelas Rama.

Ketua Kelompok Tani Rukun Makmur, Edi Purwanto, menyambut baik hasil panen kali ini. Ia menyebutkan bahwa mayoritas jagung ditanam dengan menggunakan pupuk organik.

“Alhamdulillah hasilnya bagus. Kami sangat terbantu dengan pendampingan ini. Saat ini, kelompok tani kami terdiri dari 150 keluarga,” ujarnya.

Artikel Terkait