“Curhat Bu Ipuk: Program Dialog Bupati Banyuwangi untuk Cari Solusi Masalah Warga”

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 24 Agustus 2025, 12:40 WIB
CURHAT: Curhat Bu Ipuk saat Community and Food Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Minggu (24/8/2025).
CURHAT: Curhat Bu Ipuk saat Community and Food Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Minggu (24/8/2025).

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan program “Curhat Bu Ipuk”, sebuah ruang dialog langsung antara warga dengan Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan sehari-hari, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi, yang kemudian dicarikan solusinya bersama.

“Selama ini Pemkab Banyuwangi memang punya kanal pengaduan masyarakat. Namun melalui program ini, saya mengajak langsung para kepala dinas untuk bertatap muka dengan warga, supaya persoalan bisa segera dicarikan solusinya,” ujar Bupati Ipuk.

Gebyar Merah Putih Banyuwangi 2025, Ribuan Warga Meriahkan HUT RI ke-80 di CFD Jalan A. Yani

Seperti saat Community and Food Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Minggu (24/8/2025). Ipuk hadir bersama Wakil Bupati Mujiono dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), duduk lesehan bersama warga untuk mendengar curhatan mereka.

Salah satu warga, Subawati dari Kelurahan Pakis, menceritakan kehidupannya yang penuh tantangan. Suaminya tidak bisa bekerja selama tujuh tahun akibat sakit stroke, sehingga ia harus berjualan lauk pauk keliling untuk menghidupi keluarga.

“Suami saya sakit stroke sudah tujuh tahun. Anak saya masih sekolah di SMKN Banyuwangi. Saya mohon bisa dibantu beasiswa untuk anak saya dan juga bantuan usaha,” tutur Subawati.

Pelajar Banyuwangi Tewas Tabrak Truk Parkir di Rogojampi Saat Tengah Malam

Menanggapi hal tersebut, Ipuk langsung meminta dinas terkait mendata kondisi keluarga Subawati. Ia juga memastikan agar Subawati bisa mendapatkan dukungan dari program Kanggo Riko, yakni bantuan modal usaha bagi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga.

“Insya Allah ada solusi. Ibu tidak sendiri, tetap semangat ngih bu,” kata Ipuk memberi semangat.

Selain itu, Hatiningsih, seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, juga menyampaikan harapannya agar anaknya bisa bersekolah di SMP negeri.

“Anak saya sekarang kelas 6 SD. Apakah nanti SMP-nya bisa di sekolah negeri?” tanyanya.

Deteksi Dini Kesehatan, 44.917 Pelajar Banyuwangi Telah Jalani Pemeriksaan Gratis

Ipuk memastikan bahwa Banyuwangi sudah menerapkan sekolah inklusi, sehingga anak berkebutuhan khusus tetap bisa belajar di sekolah negeri.

“Anak ibu bisa masuk SMP Negeri, karena di Banyuwangi sudah ada sistem sekolah inklusi,” tegas Ipuk.

Di akhir pertemuan, Ipuk menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi dan menyampaikan aspirasinya. Ia menegaskan bahwa “Curhat Bu Ipuk” akan digelar secara berkala agar pemerintah bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Terima kasih kepada warga yang sudah menyampaikan aspirasinya. Semua masukan ini sangat berharga bagi kami untuk memperbaiki pelayanan,” tambah Ipuk.

Artikel Terkait