Banyuwangi Perluas Program Pengelolaan Sampah Sirkular ke Seluruh Kabupaten

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 23 Mei 2025, 17:29 WIB
SAMPAH SIRKULAR: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Anthony Berthold dari Borealis Austria, dan Deborah Baccus mitra dari Clean Rivers Uni Emirate Arab, di Pendopo Banyuwangi, Kamis (22/5/2025). Pemkab Banyuwangi memperluas program pengelolaan sampah sirkular yang menjangkau seluruh kabupaten.
SAMPAH SIRKULAR: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Anthony Berthold dari Borealis Austria, dan Deborah Baccus mitra dari Clean Rivers Uni Emirate Arab, di Pendopo Banyuwangi, Kamis (22/5/2025). Pemkab Banyuwangi memperluas program pengelolaan sampah sirkular yang menjangkau seluruh kabupaten.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memperluas inisiatif pengelolaan sampah berkelanjutan melalui program Banyuwangi Hijau. Setelah berhasil diterapkan di Kecamatan Muncar dan Desa Balak, Songgon, program ini kini menjangkau wilayah yang lebih luas, dengan dukungan sejumlah mitra internasional.

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, perusahaan petrokimia Borealis asal Austria, dan lembaga lingkungan Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA). Peluncuran perluasan program dilakukan di Pendopo Banyuwangi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, didampingi oleh Anthony Berthold dari Borealis dan Deborah Baccus, mitra dari Clean Rivers, Kamis (22/5/2025).

Turut hadir dalam peluncuran tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Perekonomian Nani Hendiarti, serta Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra.

Luncurkan “Banyuwangi One ID”, Warga Cukup Pakai NIK untuk Akses Layanan Publik

“Penanganan sampah ramah lingkungan ini merupakan bagian dari Banyuwangi Hijau Fase 2 dan 3, yang salah satunya dilakukan dengan membangun fasilitas pengolahan sampah di sejumlah titik,” ujar Bupati Ipuk.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan berbagai pihak terhadap program ini.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat, para mitra internasional, Project STOP, Perhutani Selatan yang menyediakan lahan, serta seluruh penggerak Banyuwangi Hijau yang terus mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan di daerah,” imbuhnya.

Pemberdayaan PNM Mekaar Telah Dirasakan Langsung Perempuan Prasejahtera di Banyuwangi

Peluncuran tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan fasilitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Fasilitas ini dirancang untuk melayani 37 desa di delapan kecamatan di sekitar Purwoharjo, dengan kapasitas pengolahan hingga 160 ton sampah per hari.

Selain itu, akan dibangun dua unit Stasiun Peralihan Antara (SPA) dalam Fase 3 program Banyuwangi Hijau. Kedua fasilitas ini masing-masing diproyeksikan mampu mengelola 50 ton sampah per hari. Secara keseluruhan, tiga fasilitas baru ini akan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah Banyuwangi menjadi 260 ton per hari.

Upaya pengelolaan sampah sirkular Banyuwangi telah dimulai sejak 2018 melalui kerja sama dengan Project STOP. Kala itu, dua TPS 3R dibangun di Kecamatan Muncar, yakni TPS Bio Mandiri Lestari di Desa Tembokrejo dan TPS Sidoayu di Desa Sumberberas. Kedua fasilitas ini berhasil menjangkau 90.000 jiwa dari total 130.000 penduduk Muncar, mengolah lebih dari 116.000 ton sampah, dan membuka lebih dari 100 lapangan kerja lokal.

Kereta ke Banyuwangi Jadi Favorit Wisatawan, Pemkab dan KAI Jalin Kolaborasi untuk Tingkatkan Kunjungan

Keberhasilan tersebut kemudian diperluas pada 2022 lewat Fase 1 program Banyuwangi Hijau, dengan membangun TPS 3R di Desa Balak, Kecamatan Songgon. Fasilitas ini kini melayani pengelolaan sampah untuk 47 desa di enam kecamatan, mencakup lebih dari 60.000 jiwa atau 15.000 rumah tangga.

Deborah Baccus, perwakilan dari Clean Rivers, menyampaikan kekaguman dan dukungan atas komitmen Banyuwangi dalam mewujudkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Kami melihat langsung bagaimana Banyuwangi sukses menjalankan pengelolaan sampah sirkular di Muncar dan Songgon. Ini bukan hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga ekonomi dan sosial masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan Deborah, Anthony Berthold dari Borealis Austria juga mengungkapkan kebanggaannya bisa kembali menjadi bagian dari inisiatif ini.

Recharge Motivasi Kerja, ASN Banyuwangi Dibekali Wawasan City Branding

“Kami mendukung perluasan program ini karena telah terbukti efektif dan dipimpin oleh pemerintah daerah yang punya visi lingkungan jangka panjang,” kata Anthony.

Dengan ekspansi program Banyuwangi Hijau ke seluruh kabupaten, Pemkab menargetkan terciptanya sistem pengelolaan sampah terpadu yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah yang baik adalah fondasi dari pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutup Bupati Ipuk.

Artikel Terkait