Recharge Motivasi Kerja, ASN Banyuwangi Dibekali Wawasan City Branding

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 21 Mei 2025, 09:19 WIB
RECHARGE: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadirkan pakar marketing Yuswohadi, untuk memberikan wawasan city branding. Ini upaya menyegarkan kembali dan meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
RECHARGE: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadirkan pakar marketing Yuswohadi, untuk memberikan wawasan city branding. Ini upaya menyegarkan kembali dan meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

BanyuwangiNet.com – Dalam upaya menyegarkan kembali semangat dan meningkatkan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menghadirkan pakar pemasaran nasional, Yuswohadi, untuk memberikan pembekalan mengenai konsep city branding. Kegiatan ini digelar Selasa (20/5/2025) dan diikuti oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Sekretaris Daerah, para kepala dinas, kepala bidang, hingga camat.

Ipuk menekankan pentingnya pemahaman bersama tentang branding kota, terutama karena Banyuwangi telah berhasil mengubah citra negatif di masa lalu menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Gagal Selundupkan Sabu-Sabu dalam Lontong, Warga Banyuwangi Diamankan Petugas Lapas

“Semangat kita untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan. Untuk merecharge-nya, perlu disuntik dengan ilmu dan wawasan baru agar ada kesamaan persepsi sehingga lahir inovasi,” ujar Ipuk.

Ia menyebut bahwa branding kota tidak hanya soal citra semata, melainkan juga soal identitas dan strategi pembangunan daerah. “City branding memperkuat identitas daerah. Jika potensi daerah dikenal luas, maka dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk peningkatan kesejahteraan,” tambahnya.

Dalam paparannya, Yuswohadi menjelaskan bahwa city branding memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia memperkenalkan rumusan TTTI yang terdiri dari Tourist, Trade, Talent, dan Investor—empat komponen yang saling berkaitan dan mendukung satu sama lain.

Rapat Bersama Bupati Ipuk, Kemenparekraf Dorong Konektivitas Banyuwangi–Bali

“Branding yang tepat akan menghadirkan kunjungan wisatawan (tourist). Kunjungan ini akan memicu aktivitas perdagangan (trade), menarik investor, serta mengundang talenta yang siap membangun daerah,” jelas Yuswohadi, penulis buku Global Chaser.

Ia menambahkan, keempat elemen tersebut tidak bekerja secara satu arah, melainkan saling memengaruhi dan memberikan timbal balik positif. Dengan sinergi yang terbangun, pembangunan daerah bisa bergerak lebih cepat dan merata.

Menurut Yuswohadi, penentuan positioning atau penempatan citra daerah menjadi kunci keberhasilan city branding. Hal ini harus disesuaikan dengan potensi lokal yang benar-benar dimiliki dan bisa dijual ke publik. Ia pun mengapresiasi langkah Banyuwangi yang memposisikan diri sebagai kota pariwisata.

UGM Yogyakarta Kaji Banyuwangi sebagai Model Daerah Inovatif

“Banyuwangi mengambil positioning sebagai kota pariwisata hari ini adalah keputusan yang tepat. Banyak potensi wisata yang bisa diangkat dan terbukti laku dijual,” ungkapnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan branding bukan akhir dari proses. “Membangun city branding itu sulit, tapi lebih sulit lagi untuk merawat dan mempertahankannya,” tegas Yuswohadi, yang juga penulis buku Millennial Kills Everything.

Sebagai penutup, Yuswohadi menekankan pentingnya konsistensi dalam menyuarakan visi branding agar identitas daerah bisa tumbuh secara organik dan natural. Dalam hal ini, peran ASN sangat krusial.

“ASN sebagai motor penggerak kebijakan Pemkab Banyuwangi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan merawat branding daerah,” pungkasnya.

Artikel Terkait