APBD 2025 Banyuwangi, Fokus Penguatan SDM dan Penurunan Kemiskinan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 31 Oktober 2024, 06:51 WIB
IMG-20241031-WA0063 (1)

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyepakati Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk tahun anggaran 2025.

Kesepakatan ini menjadi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Banyuwangi 2025 yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program prioritas untuk penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah, menyampaikan nota keuangan APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD pada Kamis (31/10/2024). Sugirah menekankan bahwa APBD 2025 dirancang dengan mempertimbangkan proyeksi pendapatan daerah, kondisi makroekonomi, dan arah pembangunan strategis untuk menanggulangi tantangan sosial-ekonomi di tahun mendatang. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Banyuwangi diperkirakan mencapai 5,1–5,4 persen dengan target penurunan tingkat kemiskinan ke angka 6,3 persen.

2.074 Peserta CPNS Banyuwangi Ikuti Ujian untuk 89 Formasi

Sugirah menjelaskan bahwa tema pembangunan Banyuwangi tahun 2025 adalah “Penguatan Ekosistem Kualitas Sumber Daya Manusia yang Mendukung Transformasi Ekonomi Berkelanjutan.” Tema ini mencerminkan komitmen Pemkab untuk meningkatkan keterampilan dan kualitas tenaga kerja lokal agar lebih siap dalam menghadapi tantangan modern seperti otomatisasi dan perubahan global lainnya. Pemkab berharap peningkatan kualitas SDM akan berdampak pada penurunan angka pengangguran dan ketimpangan ekonomi.

Hikayat Bambu Papring 2024: Mengangkat Ekonomi Lokal dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Banyuwangi

Dari sisi pendapatan, APBD Banyuwangi tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp 3,435 triliun. Pendapatan asli daerah (PAD) menyumbang Rp 665 miliar, pendapatan transfer Rp 2,719 triliun, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 51,248 miliar. Di sisi belanja, Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 3,369 triliun untuk pembiayaan berbagai program prioritas yang mencakup pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pengembangan ekonomi.

Pemkab Banyuwangi juga memprioritaskan alokasi anggaran untuk sektor kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sugirah berharap dengan adanya APBD yang efektif, masyarakat Banyuwangi dapat menikmati layanan kesehatan yang lebih baik, akses pendidikan yang lebih luas, serta peluang ekonomi yang beragam.

“Semoga pembahasan rancangan APBD 2025 berjalan lancar, dan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Banyuwangi,” pungkas Sugirah.

Artikel Terkait