Hikayat Bambu Papring 2024: Mengangkat Ekonomi Lokal dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Banyuwangi
BanyuwangiNet.com – Kampung Papring di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi mengangkat kekayaan potensi lokal melalui Hikayat Bambu Papring 2024. Aneka kerajinan bambu, pameran seni, lomba mainan tradisional, hingga fashion show batik ditampilkan untuk mempromosikan produk kreatif yang dihasilkan langsung oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Papring, yang berarti “tempat bambu tumbuh,” terkenal dengan kerajinan bambunya, seperti besek, gedheg, dan lanjaran. Sebagian besar warga Papring bekerja sebagai buruh tani atau pengrajin bambu, memanfaatkan potensi alam di sekitar mereka untuk meningkatkan taraf hidup.
Menurut Widie Nurmahmudy, pendiri Kampoeng Batara—sebuah sekolah informal yang memberikan pendidikan dan pelatihan bagi warga Papring—prinsip dasar kegiatan di desa ini adalah edukasi, ekologi, dan ekonomi. “Apa yang kami lakukan ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat,” kata Widie.
Didukung Kemenpar, Banyuwangi Siapkan Rute Penerbangan Langsung dari Tiongkok
Sejak didirikan pada 2015, Kampoeng Batara tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mengajak warga untuk mengembangkan keterampilan dan produk lokal dengan nilai jual lebih tinggi, seperti tas, kap lampu, dan batik bermotif bambu. Berkat edukasi ini, kerajinan bambu di Papring kini berkembang menjadi komoditas yang mampu meningkatkan pendapatan warga, sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
Plt Bupati Banyuwangi Sugirah, yang hadir pada acara Hikayat Bambu Papring, mengapresiasi upaya warga dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi cerminan kreativitas warga dalam menggali potensi dan kearifan lokal yang berujung pada peningkatan ekonomi,” ujarnya, Minggu (27/10/2024).
1350 Penari Gandrung Jalani Tradisi Meras Gandrung Menjelang Gandrung Sewu
Dukungan juga datang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diwakili Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi. Ia menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya masyarakat dalam mengembangkan Kampung Batara Papring. “Kami harap potensi Kampung Batara dapat dipromosikan secara nasional,” kata Sjamsul.
Acara Hikayat Bambu Papring ini juga memberikan penghargaan bagi warga yang berinovasi dalam berbagai bidang kerajinan dan seni berbasis bambu. Langkah ini tidak hanya memperkenalkan Papring sebagai destinasi wisata budaya, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui pelestarian budaya dan ekowisata.