Eks Gedung Pusri Banyuwangi Jadi Buffer Zone Nataru, Siapkan Tampung 100 Truk
BanyuwangiNet.com – Eks gedung Pusri di Jalan Raya Banyuwangi-Situbondo, Desa Ketapang, Banyuwangi, dipastikan menjadi salah satu lokasi buffer zone atau kantong parkir kendaraan logistik pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.
Namun, bangunan yang berada di kawasan tersebut belum bisa diratakan karena masih dalam proses penghapusan aset. Karena itu, kendaraan logistik nantinya akan diparkir dengan menyesuaikan area yang tersedia.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan eks gedung Pusri tetap disiapkan sebagai lokasi penyangga parkir kendaraan meski kondisi bangunannya belum berubah.
“Pusri rencananya jadi buffer zone, tapi dengan kondisi saat ini,” jelasnya, Rabu (4/11/2026).
Media menjelaskan, rencana awalnya bangunan eks Pusri akan diratakan agar area parkir bisa dimanfaatkan secara maksimal. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena bangunan itu merupakan aset Pusri, sedangkan lahannya milik Pelindo.
“Harapan kami sih bisa diratakan, tapi karena itu bangunan miliknya Pusri dan tanahnya miliknya Pelindo, untuk penghapusan aset agak sulit,” terangnya.
Dengan kondisi saat ini, kawasan eks gedung Pusri diperkirakan mampu menampung sekitar 100 kendaraan. Kapasitas tersebut mencakup kendaraan logistik berukuran besar maupun sedang.
ASDP sebenarnya berharap lokasi tersebut dapat digunakan untuk menampung truk dan tronton. Namun, keterbatasan area membuat kendaraan logistik berukuran besar dan sedang harus ditempatkan secara bersamaan.
Menurut Media, skema pemanfaatan eks gedung Pusri sebagai buffer zone juga telah disampaikan kepada pemerintah pusat. ASDP berharap penggunaan kawasan tersebut dapat dimasukkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan angkutan Nataru.
Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk Lancar, ASDP Perkuat Armada dan Pola Operasi
Dia menegaskan, eks gedung Pusri akan difungsikan sebagai buffer zone pendukung atau cadangan bagi kantong parkir di Bulusan. Kendaraan yang masih mengantre di jalan akan diarahkan ke kawasan Pusri apabila kapasitas penampungan di Bulusan sudah penuh.
“Jadi kalau misalnya antrian sampai 2 kilo itu harus dimasukkan ke Pusri,” katanya.
ASDP Perluas Dermaga LCM Ketapang dan Gilimanuk, Kapasitas Sandar Kapal Bertambah
Selain eks gedung Pusri, ASDP juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Banyuwangi untuk menyiapkan lokasi penyangga kendaraan lainnya. Dari hasil koordinasi tersebut, Terminal Sritanjung turut disiapkan sebagai buffer zone selama angkutan Nataru.
“Ada dua yang menjadi buffer zone, di Pusri sama di Terminal Sritanjung,” ujarnya.