Ratusan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Peringati Maulid Nabi dengan Tradisi Ndog-Ndogan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 31 Agustus 2026, 21:14 WIB
WhatsApp Image 2026-08-31 at 18.19.41
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapas Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Ratusan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Blok Griya Blambangan, Jumat (28/8/2026).

Peringatan tersebut berlangsung khidmat dengan nuansa khas Banyuwangi. Ornamen kembang telur atau ndog-ndogan, tradisi masyarakat setempat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, menghiasi lokasi kegiatan.

Seluruh warga binaan beragama Islam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Selain menjadi momentum memperingati Maulid Nabi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya dipandang sebagai kegiatan keagamaan rutin. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang diarahkan untuk mendorong warga binaan melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.

“Peringatan Maulid Nabi ini kami desain untuk menumbuhkan kembali semangat warga binaan dalam meneladani akhlak Rasulullah. Kami menekankan agar seluruh warga binaan fokus pada perbaikan diri, introspeksi, serta aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang telah disediakan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Solichin.

Rangkaian kegiatan diisi tausiah oleh tiga penceramah, yakni Ustadz Abdul Ghani, Ustadz Dhandi MK., dan Ustadz Afifi Al-Madad. Ketiganya menyampaikan pesan keagamaan mengenai pentingnya menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari perubahan perilaku.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad 2021 di Banyuwangi, Gus Muwafiq Ungkap Makna Pentingnya

Para penceramah mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Rasa cinta kepada Rasulullah perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Warga binaan juga diajak untuk tidak berhenti melakukan introspeksi selama menjalani masa pembinaan. Kesabaran, kejujuran, dan kerendahan hati yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dinilai dapat menjadi bekal untuk menghadapi masa hukuman sekaligus mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat.

Endog-Endogan Desa Kembiritan Banyuwangi, Tradisi Maulid yang Dirawat Selama 28 Tahun

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri, termasuk selama menjalani proses pembinaan di dalam lapas.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan pembagian ndog-ndogan kepada para peserta. Tradisi tersebut menjadi bagian yang menarik dalam peringatan Maulid Nabi di Lapas Banyuwangi karena memadukan nilai keagamaan dengan kearifan lokal masyarakat Banyuwangi.

Artikel Terkait