Warga Binaan Perempuan Lapas Banyuwangi Dilatih Meronce Tas sebagai Bekal keterampilan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 1 September 2026, 20:22 WIB
WhatsApp Image 2026-09-01 at 11.49.28
Pelatihan teknik meronce tas bagi warga binaan perempuan Lapas Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Puluhan warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi mendapat pelatihan keterampilan membuat kerajinan tas dengan teknik meronce. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian untuk membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

Pelatihan tersebut digelar di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Senin (31/8/2026), melalui kerja sama Lapas Banyuwangi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Banyuwangi.

Selain mengasah kreativitas, pelatihan seni meronce tas diarahkan untuk memberikan kecakapan hidup (life skill) kepada warga binaan perempuan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu modal untuk tetap produktif selama menjalani masa pidana maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Mewakili Kepala Lapas Banyuwangi, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Banyuwangi, Angga Nurdiansyah, mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang memiliki manfaat jangka panjang.

“Pelatihan ini menjadi bekal keterampilan yang sangat penting bagi warga binaan setelah bebas nantinya. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada sesi pelatihan saja, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga binaan sehingga memberikan nilai manfaat yang nyata untuk kehidupan mereka kelak,” ujar Angga.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan tidak hanya menjadi aktivitas selama berada di dalam lapas. Kemampuan tersebut dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan berpotensi memberikan nilai ekonomi setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

Ratusan Warga Binaan Lapas Banyuwangi Peringati Maulid Nabi dengan Tradisi Ndog-Ndogan

Angga juga menyampaikan apresiasi kepada DPC IWAPI Banyuwangi yang turut berkontribusi dalam mendukung program pembinaan bagi warga binaan perempuan.

Perwakilan DPC IWAPI Banyuwangi Fitriah Wulandari mengatakan warga binaan memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dapat menghasilkan produk bernilai jual. Salah satunya melalui seni meronce tas yang proses pembuatannya dapat dilakukan secara fleksibel.

Lapas Banyuwangi Panen Padi: Warga Binaan Terlibat dalam Program Ketahanan Pangan Nasional

“Seni meronce tas merupakan salah satu kerajinan yang sangat potensial dan dapat dikerjakan secara fleksibel di sela-sela waktu mereka menjalani masa pidana,” ungkap Fitri.

Pelatihan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan. Dengan kreativitas dan latihan yang berkelanjutan, hasil karya warga binaan diharapkan memiliki kualitas dan nilai jual.

Artikel Terkait