BPJS Kesehatan Luncurkan NADI JKN di Banyuwangi, Solusi Menabung untuk Bayar Iuran Peserta Mandiri

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 4 Agustus 2026, 18:09 WIB
WhatsApp Image 2026-08-04 at 16.44.34
epala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, dan Executive Manager PT Pos Indonesia Kantor Cabang Banyuwangi, Sesaria Agung Pribadi menunjukkan perjanjian kerjasama yang ditanda tangani.

BanyuwangiNet.com – BPJS Kesehatan resmi meluncurkan Program NADI (Nabung Demi Iuran) JKN pada Selasa (4/8/2026). Program ini menjadi inovasi terbaru untuk memudahkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri yang memiliki penghasilan tidak tetap, agar tetap mampu membayar iuran secara rutin.

Peluncuran dilakukan secara serentak di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia. Untuk wilayah Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Aula Kantor Pos Cabang Banyuwangi yang sekaligus ditetapkan sebagai lokasi pilot project Program NADI JKN.

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi Muhammad Masrur Ridwan dan Executive Manager PT Pos Indonesia Kantor Cabang Banyuwangi Sesaria Agung Pribadi. Penandatanganan tersebut disaksikan Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan I Made Puja Yasa serta Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V Cecep Priadi Usman.

Deputi Direksi Wilayah VII BPJS Kesehatan, I Made Puja Yasa, menjelaskan, Banyuwangi dipilih sebagai lokasi percontohan karena masih menghadapi tantangan dalam tingkat cakupan dan keaktifan peserta JKN.

Menurutnya, dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, Banyuwangi memiliki tingkat cakupan dan keaktifan peserta yang masih perlu ditingkatkan.

“Cakupan Banyuwangi ada di angka 89 persen dengan tingkat keaktifan 53 persen. Jadi masih ada 650 ribu yang statusnya masih nonaktif di Banyuwangi,” jelas Puja.

Ia menambahkan, secara nasional cakupan kepesertaan JKN telah mencapai hampir 98 persen dengan tingkat keaktifan sekitar 80 persen. Sementara di Jawa Timur, cakupan kepesertaan mencapai sekitar 97 persen dengan tingkat keaktifan sebesar 77,85 persen.

“Artinya, tantangan kita saat ini bukan lagi mengajak masyarakat menjadi peserta, tetapi bagaimana memastikan kepesertaan mereka tetap aktif,” ujarnya.

Puja menjelaskan, sebagian besar peserta yang menunggak berasal dari segmen peserta mandiri yang memiliki penghasilan fluktuatif. Melalui Program NADI JKN, peserta dapat menyisihkan sebagian penghasilannya setiap hari, mingguan, maupun sewaktu-waktu sesuai kemampuan.

Dana yang terkumpul akan disimpan dalam rekening tabungan. Ketika saldo telah mencukupi, sistem secara otomatis akan mendebit dana tersebut untuk membayar iuran JKN.

“NADI JKN memberikan fleksibilitas kepada masyarakat untuk menabung sesuai kemampuan. Dengan cara ini, peserta tidak perlu menunggu memiliki uang dalam jumlah besar untuk membayar iuran sehingga perlindungan kesehatannya tetap terjaga,” katanya.

Program ini diharapkan mampu mendukung target pemerintah meningkatkan tingkat keaktifan peserta JKN hingga melampaui 80 persen.

Senior Manager PT Pos Indonesia Wilayah V, Cecep Priadi Usman, mengatakan PT Pos Indonesia siap mendukung implementasi NADI JKN melalui jaringan layanan yang telah menjangkau hingga pelosok daerah.

Menurutnya, peserta cukup membuka rekening dengan setoran awal minimal Rp10 ribu. Selanjutnya masyarakat bebas menabung sesuai kemampuan tanpa dikenai biaya administrasi bulanan.

“Ketika saldo sudah mencukupi, pembayaran iuran JKN akan dilakukan secara otomatis sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terlambat membayar,” ujarnya.

Layanan NADI JKN dapat diakses melalui kantor pos, aplikasi Pospay, maupun jaringan Agen Pos. Di Banyuwangi sendiri tersedia 22 kantor pos cabang pembantu dan sekitar 50 Agen Pos yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa.

“Selain melalui kantor pos, kami juga memiliki jaringan Agen Pos yang dapat menjangkau masyarakat hingga komunitas. Dengan demikian, layanan NADI JKN menjadi lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambah Cecep.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi, Muhammad Masrur Ridwan, mengajak peserta mandiri memanfaatkan Program NADI JKN sebagai solusi menjaga status kepesertaan tetap aktif sekaligus menghindari tunggakan iuran.

PUDAM Banyuwangi Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 250 Pekerja Rentan Lewat Program CSR

Menurutnya, program tersebut juga bertujuan membangun kebiasaan masyarakat untuk menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin sehingga pembayaran iuran menjadi lebih terencana.

“Dengan pembayaran yang lebih terencana, peserta dapat menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif sehingga tidak kehilangan hak memperoleh pelayanan kesehatan saat dibutuhkan,” jelas Masrur.

RSUD Blambangan Layani Kemoterapi BPJS, Pasien Kanker Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

Ia berharap kolaborasi BPJS Kesehatan dan PT Pos Indonesia semakin mempermudah masyarakat mengakses layanan pembayaran iuran karena didukung jaringan kantor pos dan agen yang tersebar hingga kecamatan dan desa.

“Kami berharap kolaborasi BPJS Kesehatan dan PT Pos Indonesia semakin memudahkan masyarakat mengakses layanan pembayaran iuran karena didukung jaringan kantor pos dan agen yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan desa,” ujarnya.

Artikel Terkait