Kenalkan Beragam Jenis Durian Khas Banyuwangi lewat Kontes dan Bazar

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 7 April 2026, 10:11 WIB
1000782795
Festival durian Songgon menjadi menjadi jujugan masyarakat khususnya pecinta buah durian.

BanyuwangiNet.com – Banyuwangi menegaskan posisi sebagai salah satu sentra durian di Jawa Timur. Salah satu daerah penghasilnya adalah Kecamatan Songgon. Daerah ini dikenal memiliki durian berkualitas dengan cita rasa khas.

Berdasarkan data 2025, luas lahan durian di Kecamatan Songgon mencapai sekitar 94,8 hektare dengan total produksi hingga 3.716 ton. Potensi ini kemudian diperkenalkan lebih luas melalui Festival Durian Songgon yang digelar pada 4–5 April 2026.

Festival ini menghadirkan beragam jenis durian unggulan, mulai dari durian pelangi, durian merah, hingga durian lokal berwarna kuning. Kegiatan ini menjadi ajang promosi sekaligus penguatan identitas Songgon sebagai daerah penghasil durian.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi inisiatif masyarakat desa dalam mengangkat potensi lokal melalui pendekatan kreatif.

“Ini patut kita apresiasi bagaimana desa berinisiasi mengangkat potensinya lewat cara kreatif seperti festival durian ini,” katanya, Senin (6/4/2026).

Festival ini terselenggara berkat kolaborasi pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pemuda karang taruna setempat. Sejumlah kegiatan digelar, seperti kontes durian, bazar, sarasehan pengembangan durian, hingga agenda makan durian sepuasnya. Menurut Ipuk, kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan potensi masing-masing.

“Ini merupakan bentuk inovasi sekaligus kreativitas yang membanggakan dan patut diteladani oleh desa-desa lainnya dalam upaya mempromosikan potensi lokal,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga mencicipi durian lokal Songgon yang memiliki warna unik, seperti merah dan oranye. Buah tersebut merupakan hasil panen langsung dari kebun milik warga.

Durian Merah Banyuwangi: Cara Beli, Musim Panen, dan Harganya

Sebelumnya, durian merah Banyuwangi telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Status ini menjadikan durian merah Banyuwangi sebagai durian merah pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh perlindungan resmi negara.

Kepala Desa Songgon, M. Qodari, menjelaskan bahwa festival digelar bertepatan dengan musim panen raya durian.

“Saat ini kami sedang panen raya. Produksi tahun ini menurun sekitar 70 persen dari tahun lalu karena faktor cuaca. Durian asli Songgon masih bisa dijumpai hingga akhir April, setelah itu akan mulai berkurang,” jelasnya.

Salah satu agenda utama festival adalah kontes durian yang diikuti 42 peserta. Kontes ini terbagi dalam dua kategori, yakni durian lokal premium dan durian warna. Salah satu pemenang, Artoni, warga Songgon, memperkenalkan durian miliknya yang diberi nama “Srengege Wetan”. Durian ini memiliki perpaduan warna oranye kemerahan dengan sedikit kuning, menyerupai warna matahari terbit.

“Rasanya manis pulen, ada sedikit gurih pahit. Dagingnya juga cukup tebal,” ujarnya.

Selain itu, festival juga menghadirkan pengalaman makan durian sepuasnya yang digelar pada Minggu (5/4/2026). Ratusan durian lokal disediakan dan disambut antusias oleh peserta. Salah satunya Akbar, warga Banyuwangi, yang sengaja datang untuk menikmati durian khas Songgon.

“Saya sengaja ke sini untuk ikut makan durian. Cukup bayar Rp100 ribu, bisa makan sepuasnya,” ungkapnya.

Durian Garden Songgon Banyuwangi: Mensejahterakan Petani, Membawa Durian Lokal Naik Kelas

Artikel Terkait