Penguatan Pola Kerja ASN, Banyuwangi Hadirkan Prof Rhenald Kasali Hadapi Era Quantum Age

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 16 Desember 2025, 14:50 WIB
Pemkab Banyuwangi mendatangkan pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, untuk menyelaraskan perubahan cara kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam menghadapi era baru yang disebut Quantum Age, sebuah fase perubahan yang bergerak sangat cepat, kompleks, dan sulit diprediksi.
Pemkab Banyuwangi mendatangkan pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, untuk menyelaraskan perubahan cara kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), dalam menghadapi era baru yang disebut Quantum Age, sebuah fase perubahan yang bergerak sangat cepat, kompleks, dan sulit diprediksi.

BanyuwangiNet.com – Perubahan global kini telah melampaui era disrupsi. Dunia bergerak tidak lagi secara linier atau bertahap, melainkan melompat cepat dan kompleks dalam sebuah fase yang dikenal sebagai Quantum Age. Menghadapi realitas tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan menghadirkan pakar manajemen dan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali.

Prof Rhenald menjadi pembicara utama dalam kegiatan Capacity Building ASN Go Digital: Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi untuk Pemerintahan Masa Depan, yang diikuti ribuan ASN Pemkab Banyuwangi, Senin sore (15/12/2025).

“Ini adalah era ketika konflik bisa muncul lewat algoritma, keputusan diambil oleh mesin, dan ancaman datang dari kecerdasan buatan, informasi palsu, hingga serangan digital jika tidak disikapi secara bijak,” ujar Rhenald.

Dukung Penegakan Hukum Humanis, Bupati Ipuk Teken PKS Pidana Kerja Sosial

Ia menjelaskan, dalam era kuantum, ketahanan suatu negara tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan militer. Guncangan justru dapat muncul dari kecepatan teknologi yang melampaui kemampuan institusi untuk membaca, merespons, dan mengantisipasi perubahan.

Menurut Rhenald, ciri utama Quantum Age adalah kecepatan ekstrem, keterhubungan tanpa batas, serta tingkat ketidakpastian yang tinggi. Mobilitas manusia, komunikasi virtual, dan layanan publik kini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan masa lalu.

“Dunia tidak lagi berjalan linear. Pemerintah dituntut untuk lincah, adaptif, dan mampu membaca perubahan yang sulit diprediksi,” katanya.

Festival Kita Bisa Banyuwangi Dorong Potensi dan Prestasi Pelajar Disabilitas

Dalam konteks pola kerja, Rhenald menegaskan bahwa manusia ke depan akan semakin bekerja berdampingan dengan mesin, termasuk kecerdasan buatan (AI). Namun, ia mengingatkan agar AI diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

“Risiko terbesar muncul ketika manusia menjadi malas berpikir, kehilangan daya analisis, dan menerima informasi dari AI secara mentah tanpa verifikasi serta kebijaksanaan,” jelas Founder Rumah Perubahan tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa era kuantum mengubah cara masyarakat memaknai kebenaran. Informasi menjadi sangat kontekstual, sehingga kebijakan publik harus mampu memahami realitas lapangan yang beragam. Selain itu, keterhubungan digital menuntut kewaspadaan tinggi terhadap keamanan data dan perlindungan privasi.

Undian Sipundiwangi Tahap II, Warga Tamanbaru Banyuwangi Raih Hadiah Sepeda Motor

“ASN harus bijak menggunakan teknologi agar tidak melanggar ruang personal masyarakat,” imbuhnya.

Rhenald menekankan bahwa birokrasi masa depan harus berani berinovasi dan berkolaborasi lintas sektor, tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

“Saya rasa birokrasi masa depan harus lincah, kolaboratif, dan berani melakukan terobosan,” ujarnya.

Banyuwangi Raih Dua Penghargaan Kovablik Jatim 2025 lewat Inovasi Jagoan Tani dan I-Care

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai materi yang disampaikan Prof Rhenald sangat relevan dengan upaya Banyuwangi dalam melakukan transformasi digital dan menyiapkan pemerintahan yang adaptif menghadapi tantangan masa depan.

“Kita tidak boleh menghindar dari perubahan. Kita harus menghadapinya bersama-sama untuk membangun Banyuwangi ke depan,” kata Ipuk.

Selain diikuti ASN Pemkab Banyuwangi, kegiatan ini juga dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif menghadapi perubahan global yang cepat dan kompleks.

Artikel Terkait