Gandrung Sewu 2025 Banyuwangi, Diawali Meras Gandrung dan Festival Perkusi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 23 Oktober 2025, 15:27 WIB
MERAS GANDRUNG: Ritual Meras Gandrung akan mengawali atraksi budaya kolosal Gandrung Sewu 2025 siap digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025).
MERAS GANDRUNG: Ritual Meras Gandrung akan mengawali atraksi budaya kolosal Gandrung Sewu 2025 siap digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025).

BanyuwangiNet.com – Atraksi budaya kolosal Gandrung Sewu 2025 siap digelar di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025). Sebanyak 1.400 penari Gandrung akan menari serempak dalam pertunjukan yang menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sehari sebelum puncak acara, pada Jumat (24/10/2025), rangkaian kegiatan budaya dimulai dengan dua agenda, ritual Meras Gandrung dan Banyuwangi Percussion Festival.

Ritual Meras Gandrung yang digelar di Pantai Boom mulai pukul 15.00 WIB merupakan prosesi sakral untuk menandai kelulusan seorang penari Gandrung. Dalam tradisi ini, penari menjalani prosesi yang dipimpin oleh penari Gandrung senior sebagai simbol pengukuhan menjadi penari profesional.

“Prosesi ini menampilkan seluruh tahap perjalanan seorang penari, mulai dari belajar hingga akhirnya diwisuda sebagai penari Gandrung profesional,” jelas Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Gandrung Sewu tahun ini mengangkat tema “Selendang Sang Gandrung”, yang melambangkan warisan budaya, cinta kasih, dan perjuangan masyarakat Osing dalam melestarikan tradisi turun-temurun.

History Pesan Dihapus, Polisi Telusuri Jejak Digital Suami yang Bunuh Istri di Banyuwangi

Menariknya, para penari yang terlibat tidak hanya berasal dari Banyuwangi. Dari total 1.400 penari, sekitar 200 di antaranya merupakan peserta dari berbagai daerah seperti Malang, Kediri, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Probolinggo, Bali, dan Situbondo.

Tak hanya itu, penari diaspora asal Banyuwangi yang kini berdomisili di Sorong, Papua, dan Sumatera Selatan, juga turut tampil. Bahkan, seorang penari dari Amerika Serikat ikut serta dalam pertunjukan tahun ini.

“Gandrung Sewu bukan sekadar pagelaran seni, tapi juga ajang konsolidasi sosial. Di sini semua pihak turut berpartisipasi demi suksesnya acara ini,” ungkap Ipuk.

Setelah prosesi Meras Gandrung, penonton juga dapat menikmati Banyuwangi Percussion Festival yang digelar di Terminal Terpadu Sobo mulai pukul 18.00 WIB.

History Pesan Dihapus, Polisi Telusuri Jejak Digital Suami yang Bunuh Istri di Banyuwangi

Acara ini menghadirkan tiga sanggar seni musik lokal Banyuwangi serta satu sanggar seni dari Solo, yang akan menampilkan kolaborasi perkusi tradisional Using dengan berbagai alat musik pukul modern.

“Tiga sanggar musik Banyuwangi dan satu dari Solo akan beradu kepiawaian dalam memainkan alat musik perkusi. Ini akan menjadi pertunjukan yang menarik dan menyenangkan bagi penonton,” ujar Bupati Ipuk.

Perkusi khas Using dikenal dengan ritme cepat dan harmonisasi dinamis yang memadukan energi serta kekayaan budaya lokal.

“Kami ingin musik perkusi Using Banyuwangi semakin dikenal luas. Penampilannya diharapkan bisa menjadi hiburan yang mengangkat identitas budaya daerah,” tambah Ipuk Fiestiandani.

Artikel Terkait