Bupati Ipuk Salurkan Rp 9,96 Miliar Insentif untuk 14 Ribu Guru Ngaji Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 22 Oktober 2025, 10:09 WIB
INSENTIF: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyalurkan insentif senilai Rp9,96 miliar kepada 14.241 guru ngaji di seluruh Banyuwangi.
INSENTIF: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyalurkan insentif senilai Rp9,96 miliar kepada 14.241 guru ngaji di seluruh Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyalurkan insentif senilai Rp9,96 miliar kepada 14.241 guru ngaji di seluruh Banyuwangi.

Penyaluran insentif dilakukan saat Upacara Hari Santri Nasional yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Rabu (22/10/2025). Acara tersebut dihadiri ribuan santri, guru ngaji, serta jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda).

Bupati Ipuk menyampaikan, para guru ngaji memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan dan membentuk karakter anak-anak bangsa.

“Guru ngaji adalah ujung tombak pembelajaran Al-Qur’an dan pembentukan akhlak mulia. Mereka bukan hanya pendidik, tapi juga teladan bagi anak-anak yang kelak menjadi penerus bangsa,” ujar Ipuk.

Ia menambahkan, pemberian insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan keikhlasan para guru ngaji yang terus istiqamah mendidik generasi muda.

ASN Banyuwangi Wajib Pakai Sarung dan Peci Selama Tiga Hari Peringati Hari Santri 2025

“Pengabdian para guru ngaji merupakan amal jariyah yang tidak ternilai. Insentif ini hanyalah simbol penghargaan atas perjuangan dan keikhlasan mereka,” imbuhnya.

Program insentif guru ngaji di Banyuwangi telah berjalan sejak 2011 dan menjadi salah satu bentuk perhatian Pemkab terhadap kesejahteraan tenaga pendidik nonformal di bidang keagamaan.

Selain guru ngaji, Pemkab Banyuwangi juga memberikan insentif kepada guru rohani lintas agama yang mengajar di lembaga pendidikan nonformal, seperti sekolah minggu di gereja, guru agama Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu.

Langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam mendorong kerukunan antarumat beragama melalui penghargaan terhadap seluruh pengajar nilai-nilai moral dan spiritual.

Salah satu penerima insentif, Lailatul Muawanah dari TPQ Darul Gufron, Kelurahan Kertosari, mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah daerah.

“Insentif ini menjadi bentuk penghargaan nyata bagi kami. Alhamdulillah, semakin memotivasi untuk terus mengajar dengan semangat dan keikhlasan,” ujarnya.

Motif Suami Bunuh Istri di Banyuwangi: Masalah Keuangan dan Dugaan Wanita Lain

Hal senada disampaikan Ustadzah Marhamah dari Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro.

“Alhamdulillah, ini menjadi penyemangat kami untuk terus berjuang mendidik anak-anak. Semoga berkah untuk daerah ini dan seluruh pemimpin Banyuwangi,” katanya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Banyuwangi, Yusdi Irawan, menjelaskan bahwa jumlah penerima insentif tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pada 2025, ada 14.241 guru ngaji penerima insentif, naik dari 14.119 orang pada tahun 2024,” kata Yusdi.

Ia menambahkan, Pemkab melakukan verifikasi rutin setiap tahun untuk memastikan data penerima tetap akurat, termasuk memasukkan guru baru dan menghapus data guru yang telah wafat.

Pesona Batik Wader Kesit di Banyuwangi Batik Festival 2025: Simbol Semangat Wastra Lokal

“Guru ngaji yang menerima insentif minimal mengajar 10 anak didik. Penyaluran dana dilakukan langsung melalui bank yang ditunjuk,” jelasnya.

Selain penyaluran insentif, upacara peringatan Hari Santri Nasional juga dirangkai dengan pemberian penghargaan bagi pemenang Festival Anak Sholeh Banyuwangi.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Wakil Bupati Mujiono, perwakilan Dandim 0825, Danlanal Banyuwangi, serta Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asmuni.

Artikel Terkait