Ribuan Warga Padati Banyuwangi Bersholawat, Puncak Peringatan Hari Santri 2025

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 23 Oktober 2025, 10:18 WIB
HARI SANTRI: Ribuan warga memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Bupati Banyuwangi, pada Rabu malam (22/10/2025). Mereka hadir untuk mengikuti acara “Banyuwangi Bersholawat”, sebuah kegiatan religius yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
HARI SANTRI: Ribuan warga memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Bupati Banyuwangi, pada Rabu malam (22/10/2025). Mereka hadir untuk mengikuti acara “Banyuwangi Bersholawat”, sebuah kegiatan religius yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

BanyuwangiNet.com – Ribuan warga memadati kawasan Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor Bupati Banyuwangi, pada Rabu malam (22/10/2025). Mereka hadir untuk mengikuti acara “Banyuwangi Bersholawat”, sebuah kegiatan religius yang menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025.

Acara ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi. Ribuan jamaah larut dalam lantunan sholawat dan doa bersama, memohon keberkahan dan kemajuan bagi Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, didampingi Wakil Bupati Mujiono, hadir bersama sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Ketua MUI Banyuwangi KH. Muhaimin Asmuni, serta jajaran PCNU, Dandim, dan Danlanal.

Dalam sambutannya, Bupati Ipuk mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Santri sebagai pengingat akan pentingnya doa dan kebersamaan.

History Pesan Dihapus, Polisi Telusuri Jejak Digital Suami yang Bunuh Istri di Banyuwangi

“Melalui sholawat bersama ini, semoga Banyuwangi selalu dilimpahkan berkah oleh Allah SWT, dijauhkan dari musibah, dan terus diberi kemajuan,” ujar Ipuk.

Ipuk juga menegaskan bahwa peran santri kini semakin luas dan menantang. Sebagai penjaga nilai-nilai Islam dan calon pemimpin bangsa, santri harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

“Santri saat ini tidak hanya bergerak di pondok pesantren. Mereka juga harus aktif di bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi, bahkan leadership,” tambahnya.

Bupati Ipuk mengingatkan agar para santri terus menuntut ilmu, menjaga adab, dan memiliki cita-cita besar demi kemaslahatan umat.

“Selamat Hari Santri kepada seluruh santri Banyuwangi. Jangan takut bermimpi besar. Jagalah adab dan keikhlasan, karena ilmu tanpa adab tidak akan bermanfaat,” pesannya.

Bupati Ipuk Salurkan Rp 9,96 Miliar Insentif untuk 14 Ribu Guru Ngaji Banyuwangi

Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Sunandi Zubaidi, mengapresiasi antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai acara Banyuwangi Bersholawat menjadi bentuk refleksi semangat santri dalam menjaga persatuan dan perdamaian.

“Acara malam ini adalah pengingat bahwa kita semua adalah santri yang akan terus menjaga kemerdekaan dan membawa perdamaian,” ujarnya.

Selain lantunan sholawat, acara juga diisi dengan pembacaan Ikrar Santri Indonesia oleh KH. Muhammad Riza Azizi, Pengasuh Ponpes Darussalam Blokagung 2 Setail, Genteng. Sementara itu, KH. Muhdor Atim dari Masjid Agung Genteng membacakan Resolusi Jihad.

Suasana semakin khusyuk saat Majelis Sholawat Mahabbatun Nabi dan Majelis Kanjeng Sunan melantunkan sholawat hingga acara ditutup dengan Mahalul Qiyam dan doa bersama yang dipimpin KH. Muhaimin Asmuni dari Pesantren Manbaul Hikam, Desa Labanasem.

Artikel Terkait