Akad Massal KPR Subsidi di Banyuwangi, BTN dan Pemkab Dukung Program 3 Juta Rumah

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 20 Oktober 2025, 13:41 WIB
Akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan A. Yani, depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Minggu (19/10/2025).
Akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan A. Yani, depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Minggu (19/10/2025).

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi bersama Bank Tabungan Negara (BTN) dan para pengembang perumahan terus mempercepat realisasi program pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satunya diwujudkan melalui akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar di area Car Free Day (CFD) Jalan A. Yani, depan Kantor Pemkab Banyuwangi, Minggu (19/10/2025).

Acara yang diikuti 37 penerima KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini turut disaksikan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Bupati Ipuk menyebut kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, perbankan, dan sektor swasta dalam mendukung program nasional.

“Program MBR ini adalah program Bapak Presiden. Maka kita perlu dukung dan berkolaborasi agar bisa menyukseskan kegiatan ini,” ujar Ipuk.

Pesona Batik Wader Kesit di Banyuwangi Batik Festival 2025: Simbol Semangat Wastra Lokal

Ia berharap kolaborasi antara BTN dan pengembang perumahan terus diperluas agar semakin banyak warga Banyuwangi memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.

“Semoga Bank BTN terus memfasilitasi program ini. Dengan begitu, masyarakat Banyuwangi bisa memiliki rumah dengan cicilan ringan dan proses yang mudah,” imbuhnya.

Branch Manager BTN Cabang Banyuwangi, Ginanjar Fahmi Pratama, menuturkan bahwa penyaluran KPR FLPP BTN di Banyuwangi sepanjang 2025 telah mencapai 800 unit rumah. BTN menargetkan angka tersebut naik menjadi lebih dari 1.000 unit hingga akhir tahun.

“Sebagai penyalur utama KPR subsidi, BTN berkomitmen melayani masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk dari sektor informal,” ujar Ginanjar.

Ia menegaskan, sinergi antara perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mendukung target nasional 3 juta rumah untuk MBR.

“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Gandrung Sewu 2025 Lebih Meriah, Ratusan Diaspora Penari dari AS hingga Papua Turut Serta

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur Komisariat Banyuwangi, Rindar Suhardiansyah, menyebut pertumbuhan sektor properti di Banyuwangi cukup pesat dan memiliki efek domino positif.

“Sektor properti mampu menggerakkan lebih dari 80 sektor turunan, mulai dari konstruksi hingga industri furnitur rumah tangga,” ujarnya.

Rindar menambahkan, program KPR bersubsidi BTN dengan bunga tetap 5 persen sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah. Tahun ini, kuota nasional program tersebut mencapai lebih dari 200 ribu unit rumah.

Ketua APERSI Korwil Banyuwangi, Fajar Susanto, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah dan BTN dalam mempermudah akses pembiayaan rumah bagi masyarakat kecil.

“Fasilitas KPR-MBR kini makin terbuka luas. Ini sangat membantu warga kelas bawah untuk memiliki rumah sendiri,” katanya.

Fajar menjelaskan, anggota APERSI di Banyuwangi tersebar dari utara hingga selatan, dengan penjualan mencapai 500 hingga 1.000 unit rumah per tahun.

Bersaing dengan 270 Desa dari 65 Negara, Kemiren Banyuwangi Masuk Jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia PBB

“Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang terus mempercepat proses perizinan. Ini membuat pembangunan berjalan lancar,” imbuhnya.

Salah satu penerima KPR subsidi, Bimantara (29), warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, mengaku puas dengan kemudahan proses akad di perumahan Cemara Sari Residence.

“Prosesnya cepat dan tidak berbelit. Cicilan juga terjangkau, sekitar satu jutaan per bulan,” ujarnya.

Baginya, memiliki rumah sendiri menjadi langkah penting untuk menata masa depan.

“Program ini benar-benar membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk punya rumah sendiri. Meskipun mencicil, tapi masih terjangkau,” ungkapnya.

Artikel Terkait