Jaga Keamanan Pangan Sekolah, Banyuwangi Latih Pengelola Makan Bergizi Gratis

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 5 Oktober 2025, 08:37 WIB
KEAMANAN PANGAN: Pemkab Banyuwangi menggelar pelatihan keamanan pangan bagi petugas penjamah makanan (pengelola) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
KEAMANAN PANGAN: Pemkab Banyuwangi menggelar pelatihan keamanan pangan bagi petugas penjamah makanan (pengelola) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi terus memperkuat kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar pelatihan keamanan pangan bagi para pengelola atau petugas penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu, 4 Oktober 2025, ini diikuti 150 peserta dari sejumlah kecamatan, antara lain Giri, Glagah, Kabat, Muncar, dan Siliragung. Mereka terdiri dari petugas belanja, juru masak, penyaji, hingga pendistribusi makanan dalam program MBG.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pengelola MBG dalam menerapkan prinsip higiene dan sanitasi pangan.

Banyuwangi Career Expo 2025, Buka 2.000 Loker dan Buka Kelas Training Affiliator

“Petugas SPPG merupakan garda terdepan dalam program MBG. Mereka perlu dibekali pengetahuan tentang keamanan pangan agar makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi siswa,” ujar Ipuk.

Dalam pelatihan ini, para peserta mendapatkan materi dari BPOM Jember dan tim ahli sanitasi Dinas KKesehatan Banyuwangi. Materi mencakup tahapan penting mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyajian, hingga distribusi makanan yang sesuai standar keamanan pangan nasional.

Bupati Ipuk menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya pencegahan kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah.

Mensos Kumpulkan Kades Hingga Camat Banyuwangi Sukseskan Digitalisasi Bansos

“Keselamatan anak-anak adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi dalam hal keamanan makanan. Setelah pelatihan ini, kami harap penyedia MBG bisa menyajikan makanan yang lebih sehat dan higienis,” tegasnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga keberlanjutan program MBG.

Langkah tersebut meliputi pendampingan puskesmas dalam pengelolaan MBG, inspeksi kesehatan lingkungan, serta pemeriksaan sampel makanan di laboratorium. Dinas Kesehatan juga akan menerbitkan Sertifikat Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) bagi SPPG yang telah memenuhi standar keamanan pangan.

Banyuwangi Career Expo 2025 Tawarkan Lebih 2000 Lowongan Kerja untuk Anak Muda dan Disabilitas

“Saat ini Banyuwangi memiliki 30 SPPG dengan total 1.477 pekerja. Baru sekitar 21 persen di antaranya yang telah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat keamanan pangan,” jelas Amir.

Ia menambahkan, pelatihan akan terus dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh pengelola MBG di Banyuwangi.

“Kami menargetkan seluruh SPPG sudah mengikuti pelatihan keamanan pangan pada akhir Oktober ini,” tutup Amir.

Artikel Terkait