Mensos Kumpulkan Kades Hingga Camat Banyuwangi Sukseskan Digitalisasi Bansos

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 4 Oktober 2025, 16:15 WIB
DIGITALISASI: Di sela kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, 2-3 Oktober 2025, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bertemu dengan para camat, lurah, dan kepala desa di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis malam (2/10/2025). Dalam kesempatan itu, Mensos mengajak mereka untuk berpartisipasi mensukseskan program digitalisasi bansos yang saat ini sedang diujicobakan di Banyuwangi.
DIGITALISASI: Di sela kunjungan kerjanya ke Banyuwangi, 2-3 Oktober 2025, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf bertemu dengan para camat, lurah, dan kepala desa di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis malam (2/10/2025). Dalam kesempatan itu, Mensos mengajak mereka untuk berpartisipasi mensukseskan program digitalisasi bansos yang saat ini sedang diujicobakan di Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak seluruh camat, lurah, dan kepala desa di Banyuwangi untuk aktif mendukung program digitalisasi bantuan sosial (bansos). Ajakan itu disampaikan dalam pertemuan bersama para pejabat daerah di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Kamis malam (2/10/2025), dalam rangkaian kunjungan kerjanya pada 2–3 Oktober 2025.

“Ayo semua dukung program ini. Camat, kades, dan lurah, ayo ajak warganya yang kurang mampu untuk segera mendaftar. Dampingi dan bantu mereka agar nantinya bisa menikmati bantuan dari pemerintah,” kata Gus Ipul.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Anggota Komisi VIII DPR RI Ina Ammania, serta jajaran Pemkab Banyuwangi.

Banyuwangi Career Expo 2025 Tawarkan Lebih 2000 Lowongan Kerja untuk Anak Muda dan Disabilitas

Program digitalisasi bansos merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah mempercepat, memperjelas, dan mengefisienkan penyaluran bantuan agar lebih transparan dan tepat sasaran.

Banyuwangi dipilih sebagai pilot project nasional dan telah melakukan uji coba sejak dua pekan lalu. Hingga awal Oktober 2025, tercatat 259 ribu warga Banyuwangi telah mendaftar dalam program tersebut.

Aplikasi Perlinsos dan Agen Perlinsos, yang terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Selain itu, Pemkab Banyuwangi juga melibatkan ASN, kader Dasawisma, lurah, dan kepala OPD untuk mempercepat proses pendataan.

Banyuwangi Salah Satu Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Ipuk Siapkan Lahan

“Saya senang Banyuwangi melibatkan ASN-nya dalam pendataan digitalisasi bansos. Kolaborasi seperti ini sangat penting agar program bisa berjalan sukses,” ujar Gus Ipul.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menekankan pentingnya Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial di seluruh Indonesia.

“Tidak boleh ada intervensi bansos yang menggunakan data lain, kecuali DTSEN. Kalau mau membuat program, harus menggunakan DTSEN,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh aparat di Banyuwangi melakukan ground check untuk memastikan data penerima bantuan benar-benar akurat.

“Saya ingin bagi-bagi tugas untuk pemutakhiran data. Para lurah harus tahu siapa saja warganya yang termasuk desil 1 hingga 10, sehingga data bisa valid by name by address,” jelasnya.

Momen Haru Saat Mensos Gus Ipul Kunjungi Sekolah Rakyat Banyuwangi

Selain membahas bansos, Mensos juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Sekolah Rakyat dan pemerintah daerah. Program ini merupakan inovasi pendidikan bagi anak-anak kurang mampu agar tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas.

“Di Banyuwangi, pembangunan Sekolah Rakyat akan dimulai tahun depan. Ibu Bupati sudah menyiapkan lahannya, dan kami sudah menyiapkan anggarannya. Karena ini di lahan pemkab, sekolah ini khusus untuk anak-anak kurang mampu dari Banyuwangi,” tutur Gus Ipul.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap daerahnya.

“Kami berkomitmen menyukseskan setiap program prioritas pemerintah pusat, termasuk digitalisasi bansos dan pembangunan Sekolah Rakyat,” kata Ipuk.

Artikel Terkait