Kemenpar Matangkan Pengembangan Destinasi Wisata Terpadu Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 18 Juni 2025, 17:45 WIB
PENGEMBANGAN WISATA - Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meluncurkan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Pantai Grand Watu Dodol, Banyuwangi Selasa petang (17/6/2024).
PENGEMBANGAN WISATA - Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Hariyanto didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meluncurkan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Pantai Grand Watu Dodol, Banyuwangi Selasa petang (17/6/2024).

BanyuwangiNet.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mematangkan program pengembangan destinasi wisata terpadu yang mencakup Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara—dikenal sebagai program 3B. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong pemerataan distribusi wisatawan serta meningkatkan dampak ekonomi sektor pariwisata di kawasan timur dan utara Bali serta wilayah timur Jawa.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto, menegaskan bahwa strategi 3B merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi beban pariwisata yang selama ini terpusat di Bali bagian selatan.

Kabupaten Banyuwangi Kirim 638 Atlet ke Porprov IX 2025

“Bali selatan saat ini mengalami over concentrated tourism. Melalui program 3B, kami ingin mendistribusikan kunjungan wisatawan ke kawasan lain yang juga memiliki potensi besar,” ujar Hariyanto dalam peluncuran Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Pantai Grand Watu Dodol, Banyuwangi, Selasa (17/6/2024) petang.

Hariyanto menjelaskan bahwa pemerintah tidak akan menunggu seluruh infrastruktur rampung sebelum menjalankan program ini. Ia mendorong pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia sembari tetap mempercepat pembangunan sarana pendukung di ketiga wilayah tersebut.

Miris, Anak 15 Tahun Bobol Toko Pertanian di Banyuwangi, Gasak Uang Rp 3 Juta

“Kita bisa mulai dengan apa yang sudah ada. Sambil jalan, kita terus kembangkan dan perkuat promosi bersama,” imbuhnya.

Sebagai langkah konkret, Kemenparekraf dijadwalkan menggelar pertemuan lanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan dari wilayah 3B pada 22 Juni 2024. Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah-langkah percepatan implementasi program secara lebih masif.

Bakamla RI Bangun Stasiun Pemantauan Laut di Banyuwangi, Perkuat Keamanan Wilayah Perairan Timur Jawa

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif pengembangan program 3B. Ia menyatakan kesiapan daerahnya, baik dari sisi infrastruktur maupun kesiapan pelaku industri wisata, untuk menjalankan kolaborasi lintas wilayah ini.

“Kami sudah menyiapkan paket wisata terpadu bersama agen-agen travel lokal. Jalur konektivitas antarwilayah, seperti operasional kapal cepat ke Bali Barat dan Bali Utara, juga tinggal menunggu kesiapan dari pihak Bali,” jelas Ipuk.

Ipuk menambahkan bahwa Banyuwangi telah memiliki modal infrastruktur yang memadai untuk menyambut wisatawan. Mulai dari bandara, pelabuhan, hingga akomodasi seperti hotel dan homestay. Ditambah lagi dengan kekayaan kuliner dan agenda wisata tahunan yang terus berkembang.

“Banyuwangi Melayani” Terobosan Baru Bupati Ipuk untuk Layanan Publik yang Lebih Humanis dan Responsif

“Banyuwangi siap menjadi bagian penting dalam pemerataan pariwisata. Program 3B ini kami yakin akan memberi dampak positif bagi seluruh kawasan,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Luh Puspa juga telah melakukan pertemuan khusus dengan Bupati Banyuwangi pada Mei 2024 lalu. Dalam rapat tersebut, dibahas berbagai aspek teknis dan strategi percepatan realisasi program 3B, termasuk peran pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi.

Artikel Terkait