Menpar Pimpin Rakor Revalidasi Geopark Ijen, Target Pertahankan Green Card UNESCO 2026

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 26 Juli 2026, 13:49 WIB
WhatsApp Image 2026-07-25 at 18.43.46 (1)
Rakor terkait revalidasi Geopark Ijen sebagai UGG di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.

BanyuwangiNet.com – Menteri Pariwisata (Menpar), Widhiyanti Putri Wardhana, memimpin rapat koordinasi (rakor) persiapan Revalidasi Geopark Ijen sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) di Pendopo Sabha Swagata Banyuwangi, Sabtu (25/7/2026).

Pemerintah menargetkan Geopark Ijen kembali meraih Green Card, status tertinggi dalam evaluasi UNESCO yang akan berlangsung pada 3–7 Agustus 2026.

Rakor tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafii, General Manager Geopark Ijen Abdillah Baras, Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo Probo Resni Aji, Kepala RKW 14 Kawah Ijen Balai Besar KSDA Jawa Timur Rusdi Santoso, serta jajaran Kementerian Pariwisata dan para pemangku kepentingan lainnya.

Geopark Ijen resmi menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark sejak 2023. Pada 2024, kawasan ini juga dinobatkan sebagai Geopark terbaik di antara 12 Geopark Nasional Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

Tahun ini, Geopark Ijen menjalani proses revalidasi yang merupakan evaluasi berkala setiap empat tahun untuk memastikan seluruh standar internasional tetap terpenuhi.

Hasil evaluasi tersebut akan menentukan status Geopark Ijen, yakni:

  1. Green Card, apabila seluruh standar tetap terpenuhi.
  2. Yellow Card, jika diperlukan perbaikan dalam kurun waktu dua tahun.
  3. Red Card, apabila status UNESCO dicabut.

Menpar Widhiyanti menegaskan, mempertahankan Green Card menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan Geopark Ijen.

“Agenda kita kali ini membahas persiapan Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark yang akan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026. Keberhasilan mempertahankan predikat ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Menpar.

Menurut Menpar, seluruh rekomendasi dari asesor UNESCO harus ditindaklanjuti secara kolaboratif agar Geopark Ijen tetap memenuhi standar internasional.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas, penguatan kemitraan, hingga pengelolaan kawasan fenomena blue fire yang mengutamakan keselamatan pengunjung dan prinsip pariwisata berkelanjutan.

“Target kita semua tentunya mempertahankan Green Card. Untuk itu diperlukan koordinasi yang semakin kuat agar seluruh rekomendasi asesor dapat ditindaklanjuti termasuk penguatan promosi warisan geologi, peningkatan aksesibilitas kemitraan, serta pengelolaan kawasan blue fire yang tetap mengedepankan aspek keselamatan dan prinsip pariwisata berkelanjutan,” ujar Widhiyanti.

Ia menilai Geopark Ijen memiliki kekuatan dari sisi keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), keragaman budaya (cultural diversity), hingga kontribusinya dalam mendorong perekonomian masyarakat.

“Sebagai Geopark terbaik di Indonesia saya yakin Geopark Ijen akan bisa mempertahankan status Green Card pada penilaian UNESCO Global Geopark,” katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pariwisata dalam menghadapi proses revalidasi UNESCO.

Menurut Ipuk, pengelolaan Geopark Ijen selama ini tidak hanya berorientasi pada pengakuan internasional, tetapi juga menjadi upaya menjaga kelestarian alam, melestarikan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Bagi kami, nantinya pengakuan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus menjaga kelestarian alam, meningkatkan kualitas edukasi, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Ipuk.

Gunung Ijen akan Dipasang Panic Button, Wisatawan Bisa Lapor Darurat Langsung dari Puncak

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen, Abdillah Baras, menjelaskan terdapat lima rekomendasi utama dari UNESCO yang menjadi fokus pembenahan menjelang revalidasi.

Rekomendasi tersebut meliputi penguatan riset dan pemetaan geologi, peningkatan promosi warisan geologi, penambahan panel informasi edukatif di kawasan geopark, serta peningkatan aktivitas badan pengelola melalui penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional.

Konjen Australia Jajaki Kerja Sama dengan Banyuwangi, Siap Promosikan G-Land dan Ijen

Menurut Abdillah, berbagai rekomendasi tersebut telah dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat.

“Rekomendasi sudah kita jalankan dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat,” kata Abdillah.

Usai rapat koordinasi, Menteri Pariwisata melanjutkan kunjungan ke Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) di Banyuwangi. Fasilitas tersebut menjadi pusat edukasi yang menyajikan informasi mengenai kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang dimiliki Geopark Ijen sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi dan promosi kawasan kepada masyarakat maupun wisatawan.

Artikel Terkait