Pemuda Lintas Agama di Banyuwangi Peringati Hari Lahir Pancasila dalam Semangat Persatuan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 15 Juni 2025, 22:47 WIB
Hari Lahir Pancasila 2025, Pemuda Lintas Agama Banyuwangi, Pancasila dan Toleransi, Persatuan dalam Keberagaman, Banyuwangi Miniatur Indonesia, Wabup Mujiono, Pemuda Lintas Iman, Toleransi Antarumat Beragama, Semangat Bhinneka Tunggal Ika
Hari Lahir Pancasila 2025, Pemuda Lintas Agama Banyuwangi, Pancasila dan Toleransi, Persatuan dalam Keberagaman, Banyuwangi Miniatur Indonesia, Wabup Mujiono, Pemuda Lintas Iman, Toleransi Antarumat Beragama, Semangat Bhinneka Tunggal Ika

BanyuwangiNet.com – Semangat kebhinekaan dan persatuan begitu terasa dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di pelataran Klenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi, pada Sabtu malam (14/6/2025). Puluhan pemuda dari berbagai organisasi lintas agama berkumpul dalam acara yang sarat makna tersebut, menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan, bukan memecah belah.

Kegiatan ini diinisiasi oleh berbagai organisasi kepemudaan dari beragam latar belakang agama dan keyakinan, seperti Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, Pemuda LDII, Pemuda Konghucu, Pemuda Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW), serta sejumlah organisasi kemahasiswaan.

Dari Sopir ke Juragan Buah: Kisah Pasangan Banyuwangi Suplai Jeruk hingga 4 Ton per Minggu

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negaraha, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam sambutannya, Mujiono menyampaikan apresiasi atas inisiatif para pemuda yang telah menjaga nilai-nilai luhur bangsa melalui aksi nyata.

“Forum ini adalah bukti semangat persatuan dan keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Banyuwangi,” kata Mujiono.

Ia menegaskan bahwa kekayaan budaya dan keragaman masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun daerah. Menurutnya, Banyuwangi adalah cerminan Indonesia dalam skala kecil—tempat berbagai suku, budaya, dan agama hidup berdampingan secara harmonis.“Ada suku Using, Jawa, Madura, Bali, Tionghoa, Mandar, Arab, juga penganut kepercayaan Kejawen. Semua hidup rukun. Inilah wajah Indonesia yang sebenarnya, dan ini yang mendorong kemajuan Banyuwangi,” ujarnya.

Seblang Bakungan Banyuwangi, Tradisi Leluhur Berusia Ratusan Tahun yang Tetap Hidup di Tengah Modernitas

Wabup Mujiono juga mengingatkan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup, terutama di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Ia mengibaratkan Pancasila sebagai pondasi rumah yang kokoh.

“Pancasila melindungi penghuninya dari guncangan. Nilai-nilai dalam setiap sila adalah kompas moral dalam bersikap dan bertindak,” jelasnya.

Banyuwangi Catat Surplus 159 Ribu Ton Beras, Dukung Program Swasembada Pangan Nasional

Sementara itu, Ketua Panitia Marco Wiliam menjelaskan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi antar pemuda lintas agama yang memiliki satu tujuan: menciptakan Banyuwangi yang aman, damai, dan bebas dari konflik antarumat.

“Semua elemen terlibat. Bahkan konsumsi dan perlengkapan pun disiapkan bersama-sama. Ini wujud gotong royong. Kami ingin nilai-nilai Pancasila tumbuh subur, terutama di kalangan pemuda,” ujar Marco.

Artikel Terkait