Sekolah Rakyat Banyuwangi Tambah 9 Rombel Baru, Gedung Terintegrasi Siap Digunakan Agustus 2026

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 15 Juli 2026, 21:20 WIB
1000949665
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, meninjau gedung Sekolah Rakyat baru di Desa Blambangan, Muncar.

BanyuwangiNet.com – Sekolah Rakyat di Banyuwangi menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.  Total ada sembilan rombongan belajar (rombel) murid baru. Masing-masing terdiri atas tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Seluruh siswa dijadwalkan menempati Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi yang saat ini masih dalam tahap pembangunan di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar. Kompleks pendidikan berasrama tersebut ditargetkan mulai digunakan pada Agustus 2026.

Saat ini, siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi masih menjalani kegiatan belajar di dua lokasi berbeda, yakni Gedung Balai Diklat di Desa Licin dan Gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di Kecamatan Muncar.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyebut, progres pembangunan kompleks Sekolah Rakyat yang berdiri di atas lahan seluas tujuh hektare itu telah mencapai sekitar 88 persen. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, mengatakan perkembangan pembangunan menunjukkan hasil yang sesuai target sehingga gedung baru diharapkan dapat segera difungsikan.

“Alhamdulillah progres pembangunan setiap gedung sudah mencapai 85–90 persen. Jika pembangunan sesuai target, insyaallah Agustus nanti gedung ini sudah bisa ditempati para siswa,” kata Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi orang tua serta calon siswa, Selasa (14/7/2026).

Menurut Mujiono, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Selain memperoleh pendidikan formal, para siswa juga dibekali pendidikan karakter dan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan para siswa Sekolah Rakyat menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, para siswa kini lebih percaya diri, memiliki motivasi tinggi, dan optimistis meraih cita-cita.

Mujiono juga menyebut sejumlah lulusan telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara lainnya berhasil memasuki dunia kerja di perusahaan nasional.

Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi jenjang SD-SMP, Winarno, menjelaskan, mulai tahun ajaran baru ini dua Sekolah Rakyat rintisan di Banyuwangi resmi digabung menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi.

Menurutnya, gedung baru di Kecamatan Muncar nantinya menjadi pusat kegiatan belajar seluruh siswa yang sebelumnya tersebar di dua lokasi.

“Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat di Banyuwangi yang sebelumnya berada di dua lokasi berbeda,” jelas Winarno.

Tiga Anak Putus Sekolah di Banyuwangi Kini Lulus Sekolah Rakyat, Dua Langsung Diterima Kerja

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar dari dua lokasi sebelumnya. Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 46 Muncar memiliki empat rombel jenjang SD dan SMA, sedangkan SRT Licin memiliki lima rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat telah menerima peserta didik baru sebanyak sembilan rombel, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Tiga Anak Putus Sekolah di Banyuwangi Kini Lulus Sekolah Rakyat, Dua Langsung Diterima Kerja

Seluruh siswa baru maupun siswa yang telah mengikuti pembelajaran sebelumnya, dijadwalkan pindah ke kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi setelah pembangunan gedung dan seluruh sarana pendukung dinyatakan siap digunakan.

“Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru tersebut setelah pembangunan rampung dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan,” pungkas Winarno.

Artikel Terkait