Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Berstandar Internasional Dimulai di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 24 Januari 2026, 22:39 WIB
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandart internasional dengan kapasitas 1000 siswa, mulai di Banyuwangi.
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandart internasional dengan kapasitas 1000 siswa, mulai di Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen berstandar internasional resmi dimulai di Kabupaten Banyuwangi. Sekolah yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan dibangun di atas lahan seluas 7 hektare di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar.

Pembangunan fisik sekolah tersebut dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU), sementara lahan disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Sekolah ini dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasinya atas dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat permanen tersebut.

“Alhamdulillah, pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Banyuwangi sudah dimulai. Berstandar internasional. Kami berharap pembangunannya berjalan lancar,” ujar Ipuk, Kamis (24/1/2026).

Sekolah Rakyat permanen ini dirancang dengan standar sekolah internasional, mengedepankan arsitektur ruang yang sehat, aman, dan nyaman. Desain bangunan juga mempertimbangkan aspek ramah lingkungan serta integrasi teknologi untuk mendukung praktik pendidikan yang inovatif.

Nilai Ekspor Banyuwangi Tembus Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Berbagai fasilitas penunjang akan dibangun, mulai dari gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, hingga asrama guru. Selain itu, sekolah ini juga dilengkapi fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, lapangan basket, lintasan atletik, gedung ibadah, serta aula serbaguna.

Menariknya, desain sekolah juga akan mengakomodasi arsitektur khas Banyuwangi sebagai bagian dari identitas daerah.

“Targetnya Sekolah Rakyat ini akan selesai Agustus tahun ini. Nantinya siswa yang ada saat ini akan pindah ke sana semua. Semoga sekolah ini membuat anak-anak betah dan semangat belajar, karena sekolahnya didesain aman, nyaman, dengan fasilitas lengkap,” ungkap Ipuk.

Saat ini, Banyuwangi telah memiliki dua Sekolah Rakyat yang menempati bangunan sementara. Pertama, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 (SRT 2) yang berlokasi di Gedung Balai Diklat PNS, Kecamatan Licin. Sekolah tersebut telah beroperasi sejak Juli 2025 dan menampung 125 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Ditemukan Surat dari Orang Tua yang Buang Bayi di Teras Rumah Banyuwangi, Minta Maaf dan Jangan Diviralkan

Selain itu, terdapat Sekolah Rakyat Terintegrasi 46 (SRT 46) yang berada di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Kecamatan Muncar. Sekolah ini diresmikan pada September 2025 dengan jumlah siswa sebanyak 73 orang dari jenjang SD hingga SMA.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, menyebut pembangunan sekolah mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, serta kemudahan akses.

“Nanti bangunan sekolah SD, SMP, dan SMA berbeda. Asrama siswa putra dan putri, serta asrama untuk guru juga disiapkan,” kata Yayan, sapaan akrabnya.

Selain itu, sekolah ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, lapangan basket, jogging track, dan fasilitas pendukung lainnya.

Artikel Terkait