Khofifah Undang Siswi Sekolah Rakyat Banyuwangi Tampil di Grahadi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 18 Juli 2026, 19:01 WIB
1000957224
Gubernur Jawa Timur, Khodifah Indar Parawansa mengunjungi SRT 1 Muncar.

BanyuwangiNet.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengundang seorang siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Banyuwangi untuk tampil pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, 17 Agustus 2026 mendatang.

Undangan tersebut diberikan setelah Khofifah terkesan dengan penampilan Desvita Maharani, siswi yang membawakan lagu berbahasa Osing berjudul Loro Sesigar saat kunjungan Gubernur ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kunjungannya, Khofifah berdialog dengan sejumlah siswa mengenai cita-cita mereka. Beragam profesi menjadi impian para siswa, mulai dari pemilik bengkel, polisi, guru, hingga penyanyi.

Saat mengetahui Desvita bercita-cita menjadi penyanyi, Khofifah memintanya menunjukkan kemampuan bernyanyi di hadapan rombongan.

Siswi yang baru naik ke kelas IX tersebut kemudian membawakan lagu Osing Loro Sesigar. Penampilannya mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan dari Gubernur serta para tamu yang hadir.

“Bagus suaranya. Belajar ke siapa?” tanya Khofifah.

“Ke ibu. Ibu juga penyanyi,” jawab Desvita.

Mendengar jawaban itu, Khofifah langsung memberikan undangan khusus kepada Desvita.

“Kalau 17 Agustus nanti menyanyi di Gedung Grahadi mau ya,” ujar Khofifah.

Ajakan tersebut disambut antusias oleh Desvita. Desvita mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan tampil di acara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Gedung Grahadi.

Siswi asal Kecamatan Genteng itu mengaku bahagia karena cita-citanya sebagai penyanyi mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Timur.

“Perasaan saya campur aduk, pastinya senang. Semoga cita-cita saya berkembang dan bisa tercapai. Terima kasih Ibu Khofifah dan Bapak Prabowo,” kata Desvita.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar terus belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, serta menghormati orang tua dan guru demi meraih cita-cita.

Selain berdialog dengan siswa, Khofifah meninjau ruang kelas, fasilitas olahraga, dan berbagai sarana pendidikan di Sekolah Rakyat Banyuwangi yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 7 hektare.

Menurut Khofifah, fasilitas yang tersedia menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Saya rasa sulit menemukan sekolah dengan fasilitas seperti ini dan semuanya gratis. Program ini sangat strategis untuk membangun karakter, kemandirian, dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak, baik yang masih berstatus rintisan maupun permanen.

Hari Pertama Sekolah di Banyuwangi, MPLS Ramah Tekankan Adaptasi dan Sekolah Humanis

Pada tahun 2026, jumlah siswa yang telah diterima di Sekolah Rakyat di Jawa Timur mencapai 7.651 siswa, yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 atau kategori miskin dan miskin ekstrem.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi jenjang SMA, Chitra Arti Maharani, mengatakan jumlah peserta didik di Sekolah Rakyat Banyuwangi saat ini mencapai 440 siswa.

Sekolah Rakyat Banyuwangi Tambah 9 Rombel Baru, Gedung Terintegrasi Siap Digunakan Agustus 2026

Menurut Chitra, pembangunan gedung permanen telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan selesai pada 30 Juli 2026.

“Gedung baru ditargetkan rampung pada 30 Juli. Jika sesuai target, anak-anak dijadwalkan mulai menempati pada 31 Juli 2026,” terangnya.

Artikel Terkait