Pemkab Banyuwangi Sebar Ratusan Burung Hantu, Jadi Senjata Alami Petani Lawan Hama Tikus

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 2 Juni 2025, 21:36 WIB
RUBUHA - Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi sebar ratusan burung hantu (Tyto alba) di sejumlah wilayah pertanian yang tingkat populasi tikusnya tinggi. Pemkab juga memfasilitasi rumah burung hantu (rubuha) sebagai tempat transit hewan nocturnal tersebut.
RUBUHA - Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi sebar ratusan burung hantu (Tyto alba) di sejumlah wilayah pertanian yang tingkat populasi tikusnya tinggi. Pemkab juga memfasilitasi rumah burung hantu (rubuha) sebagai tempat transit hewan nocturnal tersebut.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi menggunakan cara alami dan ramah lingkungan untuk mengendalikan hama tikus yang kerap merusak lahan pertanian, khususnya tanaman padi.

Melalui Dinas Pertanian dan Pangan, ratusan burung hantu dari jenis Tyto alba dilepaskan ke sejumlah wilayah pertanian yang diketahui memiliki tingkat serangan tikus yang tinggi.

Sebanyak 421 ekor burung hantu hasil budidaya kelompok tani telah dilepasliarkan dalam program ini. Selain itu, Pemkab juga menyediakan rumah burung hantu (rubuha) sebagai tempat bertengger dan berkembang biak bagi hewan nocturnal tersebut.

Polisi Amankan Penjual Miras Ilegal saat Kopdar Klub Motor di Pantai Boom Banyuwangi

“Ini cara alami untuk mengendalikan hama tikus. Selain ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida, cara ini juga membantu pelestarian burung hantu yang ternyata sangat bermanfaat bagi petani,” kata Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, Senin (2/6/2025).

Program ini merupakan bagian dari gerakan pengendalian hama tikus yang dilaksanakan serentak di 10 kecamatan sentra produksi padi di Banyuwangi. Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif bersama Kodim 0825 dan para kelompok tani, salah satunya di lahan persawahan milik Kelompok Tani Gajah Tunggal, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Motif Sakit Hati di Pembunuhan Remaja Banyuwangi, Pelaku Sempat Buang Senjata Tajam ke Sungai

Menurut Ilham, burung hantu memiliki sejumlah keunggulan dalam memburu mangsa. “Burung hantu mampu mendeteksi tikus dari jarak jauh. Mereka bisa terbang cepat, menyergap mangsa secara senyap, dan memiliki pendengaran yang sangat tajam — bahkan bisa menangkap suara tikus dari jarak 500 meter,” jelasnya.

Secara biologis, satu ekor burung hantu mampu memangsa 2 hingga 4 ekor tikus per hari, dan dalam kondisi tertentu bisa membunuh lebih dari 10 ekor. Dengan daya jelajah yang luas, sepasang burung hantu diyakini mampu melindungi area pertanian hingga 25 hektare. “Jadi ini sangat efisien dan ekonomis,” tambah Ilham.

Bupati Ipuk Temui Jamaah Haji Banyuwangi di Makkah, Titip Doa untuk Kebaikan Daerah

Untuk mendukung populasi burung hantu di lapangan, Dinas Pertanian juga telah memasang 557 unit rubuha hingga akhir Mei 2025. Rumah-rumah buatan ini disebar di seluruh kecamatan sentra padi. Harapannya, burung hantu tidak hanya singgah, tetapi juga berkembang biak di sekitar areal pertanian, sehingga populasi mereka tetap terjaga sebagai bagian dari pengendalian ekosistem.

“Burung hantu akan datang sendiri ke lokasi-lokasi yang banyak tikusnya. Tugas kita hanya menyiapkan rubuha agar mereka bisa menetap,” jelas Ilham.

Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Fasilitas Wisata Gunung Ijen: Tambah Air Bersih dan Perluas Lahan Parkir

Program ini mendapat sambutan positif dari kalangan petani. Salah satunya datang dari Agus Sakiru, petani asal Desa Singojuruh. Ia mengaku sangat terbantu dengan keberadaan burung hantu di lahan pertaniannya.

“Sebelum menerapkan sistem ini, kami sempat gagal panen sampai tiga kali. Tapi sejak memanfaatkan Tyto alba sebagai predator alami, hasil panen kami jauh lebih baik,” ujarnya.

Artikel Terkait