Keluarga PMI Asal Banyuwangi yang Meninggal di Kamboja Diteror Orang Tak Dikenal

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 24 April 2025, 14:50 WIB
KELUARGA PMI - Keluarga Rizal Sampurna menunjukkan kontak penelepon yang sering meneror. Keluarga ingin segera ada kejelasan terkait jenazah Rizal.
DITEROR- Keluarga Rizal Sampurna menunjukkan kontak penelepon yang sering meneror. Keluarga ingin segera ada kejelasan terkait jenazah Rizal.

BanyuwangiNet.com – Keluarga Rizal Sampurna, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banyuwangi yang dikabarkan meninggal dunia di Kamboja, mengaku mengalami teror dari orang tak dikenal sejak beberapa hari terakhir. Teror tersebut datang melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp dari nomor-nomor asing, beberapa di antaranya menggunakan kode negara Kamboja.

Saputri, sepupu almarhum, mengungkapkan bahwa penelepon tersebut mengaku sebagai rekan Rizal di Kamboja dan berbicara dengan bahasa Indonesia yang fasih, sehingga diduga kuat berasal dari Indonesia.

“Mereka menelepon tengah malam, mengaku teman Mas Rizal, lalu meminta data diri dan nomor rekening keluarga,” ujar Saputri, Kamis (24/4/2025).

Banyuwangi Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak Nasional, Targetkan Produksi 151.048 Hektar pada 2025

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa salah satu panggilan berasal dari nomor WhatsApp dengan foto profil perempuan, namun suara yang berbicara adalah laki-laki. Mereka bahkan sempat mengaku menyaksikan langsung detik-detik kematian Rizal, namun ketika diminta bukti berupa foto jenazah, mereka menolak memberikan.

Tak hanya keluarga, rekan Rizal di Banyuwangi juga dihubungi oleh nomor yang sama. “Ada teman Mas Rizal datang ke rumah dan cerita kalau ada yang mengaku sebagai pacarnya Rizal, ternyata nomornya sama,” kata Saputri.

Perangkat Desa di Banyuwangi Ditangkap Edarkan Sabu, Polisi Telusuri Jaringan Pemasok

Keluarga mencurigai bahwa para penelepon mendapatkan akses ke kontak pribadi Rizal melalui ponsel milik almarhum. Teror yang berulang ini membuat keluarga merasa sangat terganggu, terlebih hingga kini belum ada kepastian waktu pemulangan jenazah.

Informasi meninggalnya Rizal pertama kali diterima keluarga secara tidak resmi pada 5 April 2025. Saat itu, seorang pria paruh baya yang tak dikenal datang ke rumah orang tua Rizal dengan membawa dokumen identitas Rizal. Ia juga meminta data pribadi kedua orang tua Rizal, namun tak memberikan penjelasan lebih lanjut soal kondisi Rizal.

“Kata dia, ‘besok akan ada orang yang memberi kabar. Ditunggu saja,’” ungkap Sulastri, ibu Rizal, saat ditemui pada 15 April 2025.

Tiga Jaringan Sabu Terungkap di Banyuwangi, Tujuh Tersangka dan Lebih dari 1 Ons Barang Bukti Diamankan

Keesokan harinya, Sulastri menerima panggilan dari nomor luar negeri berkode Kamboja. Orang di ujung telepon mengaku sebagai petugas berwenang dan menyampaikan bahwa Rizal telah meninggal dunia. Namun sejak saat itu, satu-satunya bukti yang diterima keluarga hanyalah foto paspor milik Rizal.

Harapan Keluarga: Kepastian dan Perlindungan

Keluarga kini hanya bisa berharap pada upaya hukum yang telah dilimpahkan kepada kuasa hukum mereka. Mereka juga meminta bantuan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja dan pihak terkait lainnya untuk segera memberikan kejelasan.

“Kami hanya ingin ada kepastian. Tolong bantu kami supaya jenazah Mas Rizal bisa segera dipulangkan dan kasus ini jelas,” kata Saputri.

Rizal diketahui bekerja sebagai operator situs judi online di Kamboja, sebuah sektor pekerjaan yang kerap dikaitkan dengan eksploitasi tenaga kerja dan praktik ilegal. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus PMI yang mengalami nasib tragis di luar negeri.

Artikel Terkait