Sulur Kembang: Regenerasi Seni Tari Tradisional Banyuwangi Lewat Kreativitas Anak Muda

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 20 April 2025, 18:28 WIB
SENI BUDAYA - Festival Sulur Kembang berlangsung di Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan yang berlangsung selama tiga hari, Kamis – Sabtu (17-19/4/2025). Festival ini salah satu upaya menjaga dan melestarikan seni tradisional daerah.
SENI BUDAYA - Festival Sulur Kembang berlangsung di Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan yang berlangsung selama tiga hari, Kamis – Sabtu (17-19/4/2025). Festival ini salah satu upaya menjaga dan melestarikan seni tradisional daerah.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya daerah. Salah satunya diwujudkan melalui Festival Sulur Kembang, sebuah ajang pertunjukan tari tradisional yang berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (17–19 April 2025), di Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan.

Festival ini menghadirkan 197 kelompok tari yang berasal dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Banyuwangi. Mereka menampilkan beragam tarian tradisional khas daerah di hadapan para juri dan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan bahwa Festival Sulur Kembang bukan sekadar lomba tari. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang penting bagi regenerasi pelaku seni dan penguatan identitas budaya di kalangan generasi muda.

Sukses Kembangkan Kampung Lobster, dari Budidaya, Kuliner, Hingga Komoditas Ekspor

“Lewat Sulur Kembang, kami memberi ruang untuk regenerasi, eksplorasi, dan transformasi bagi anak muda. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memastikan warisan budaya tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda,” ujar Mujiono dalam sambutannya pada malam puncak festival, Sabtu (19/4/2025).

Selain Festival Sulur Kembang, Pemkab Banyuwangi secara rutin menggelar berbagai event budaya besar seperti Banyuwangi Ethno Carnival dan Gandrung Sewu. Menurut Mujiono, acara-acara ini menjadi wadah kreatif yang melibatkan ribuan anak muda untuk mencintai dan menjaga kelestarian kesenian lokal.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa upaya pelestarian budaya semakin diperkuat dengan hadirnya Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang akan membuka kampus di Banyuwangi pada tahun ini.

Remaja Tenggelam di Pantai Pulau Merah Ditemukan Meninggal

“ISI Surakarta akan mulai kegiatan perkuliahan pada tahun 2025. Di tahun pertama, akan dibuka dua program studi, yakni etnomusikologi dan tari. Keduanya dirancang dengan kurikulum yang mengangkat kekayaan seni Banyuwangi,” jelas Mujiono.

Ia menambahkan, kehadiran kampus seni ini akan menjadi motor penggerak baru dalam pengembangan dan pendidikan seni budaya lokal, sekaligus memperkuat citra Banyuwangi sebagai kota budaya.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Sulur Kembang, Sabar Harianto, menyampaikan bahwa festival ini mempertandingkan delapan tari tradisional yang merupakan karya orisinal dari Sanggar Langlang Buana, sanggar seni yang ia kelola.

Mensos Berharap Banyuwangi Jadi Pelopor “Sekolah Rakyat”

Tarian-tarian yang diperlombakan antara lain Tari Buk-buk Cung, Tari Semut Angkrang, Tari Alumpang, Tari Sapu Kerek, Tari Rampak Celeng, Tari Jaranan Buto, Tari Sabuk Mangir, dan Tari Sri Ganyong.

“Alhamdulillah, antusiasme peserta dan penonton sangat tinggi. Ini menandakan seni tradisi Banyuwangi tumbuh subur di kalangan anak muda. Harapannya, kesenian ini tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang,” ungkap Sabar.

Kemiskinan Terus Menurun, Menteri Sosial Apresiasi Kinerja Banyuwangi

Menariknya, pada malam puncak festival juga dipentaskan dua karya tari baru: Tari Gandrung Condro Dewi dan Tari Sayu Wiwit Jogopati. Kedua karya ini memperlihatkan bahwa kesenian tradisional Banyuwangi mampu beradaptasi dan berinovasi mengikuti perkembangan zaman.

Festival Sulur Kembang bukan hanya panggung apresiasi seni, tetapi juga cerminan dari semangat Banyuwangi untuk menjaga akar budaya sambil merangkul masa depan melalui generasi muda yang kreatif dan penuh semangat.

Artikel Terkait