Pawai Ogoh-Ogoh Meriahkan Perayaan Nyepi di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 22 Maret 2025, 19:27 WIB
pawai ogoh-ogoh di banyuwangi

BanyuwangiNet.com – Ribuan umat Hindu di Banyuwangi menggelar pawai budaya dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Sabtu (22/3/2035). Acara ini dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Karetan, Kecamatan Purwoharjo, dengan menampilkan puluhan Ogoh-ogoh berbagai bentuk dan ukuran.

Ogoh-ogoh, patung besar yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif dalam diri manusia dan alam semesta, diarak oleh pemuda Hindu (yowana) dari berbagai Sekaa Teruna Teruni (STT) di Banyuwangi. Kreasi Ogoh-ogoh yang ditampilkan merupakan hasil karya mereka sendiri, dengan desain yang beragam, mulai dari sosok raksasa menyeramkan hingga figur mitologis khas budaya Bali. Suasana semakin semarak dengan iringan gamelan Bali yang mengiringi prosesi pawai.

Pemeriksaan Kelayakan Bus Jelang Mudik Lebaran 2025 di Banyuwangi

Pawai budaya ini menarik perhatian masyarakat Banyuwangi dari berbagai latar belakang suku dan agama yang memadati sepanjang rute pawai. Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang turut menyaksikan acara ini, mengapresiasi antusiasme warga dan menekankan pentingnya menjaga tradisi serta nilai-nilai toleransi.

“Pawai Ogoh-ogoh bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga cerminan kekayaan tradisi dan semangat toleransi yang tumbuh subur di Banyuwangi. Ini adalah aset berharga yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan terus mendukung kegiatan keagamaan dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya merawat kebinekaan dan memperkuat persatuan.

Pengusaha dan Sopir Truk Protes Pembatasan Operasional Selama 16 Hari

“Meskipun bertepatan dengan bulan Ramadan, pawai ini tetap berlangsung dengan penuh rasa saling menghormati antarumat beragama. Ini menunjukkan harmoni yang telah lama terjalin di Banyuwangi,” tambahnya.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi, Sardiyanto, mengungkapkan bahwa pawai budaya ini diikuti oleh sekitar 3.000 umat Hindu dari Kecamatan Purwoharjo, Bangorejo, serta dari Kampung Bali di Patoman. Ia juga menjelaskan bahwa pawai Ogoh-ogoh merupakan bagian dari upacara Tawur Kesanga, yang bertujuan untuk menetralkan energi negatif sebelum memasuki kesucian Hari Raya Nyepi.

Pemkab Banyuwangi Genjot Perbaikan Jalan Menyambut Arus Mudik Lebaran

“Ogoh-ogoh ini melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif yang perlu dinetralisir sebelum kita menjalani Catur Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi. Setelah diarak, patung-patung ini akan dilebur atau dibakar sebagai simbol pembersihan diri dan alam semesta,” jelasnya.

Usai pawai, umat Hindu akan melanjutkan persiapan menyambut Hari Suci Nyepi pada Senin, 29 Maret 2025, dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api atau cahaya), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang).

Artikel Terkait