Jelang KTT G20, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim Cek Kesiapan Objek Vital di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 7 November 2022, 22:56 WIB
IMG_20221107_135818_544
Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim cek kesiapan objek vital di Banyuwangi
Jelang Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20), di Bali, 15-16 November 2022, Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim cek kesiapan objek vital di Banyuwangi

BanyuwangiNet- Jelang Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20), di Bali, 15-16 November 2022, Panglima Kodam (Pangdam) V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto dan Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto cek kesiapan objek vital di Banyuwangi.

Pangdam dan Kapolda didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, meninjau persiapan pengamanan di beberapa objek vital di antaranya, ASDP Pelabuhan Ketapang, Pelabuhan Rakyat Blimbingsari, dan Bandara Banyuwangi.

“Banyuwangi sebagai pintu masuk Bali, memiliki peran yang vital di KTT G20, sehingga perlu pengaman ketat. Simulasi dan latihan terus dimatangkan, agar bisa mengantisipasi semuanya,” kata Pangdam Nurchahyanto, usai memimpin gelar pasukan TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi.Senin (7/10/2022).

Raih Aga Khan Award for Architecture 2022, Bandara Banyuwangi Obati Penantian 27 Tahun Indonesia

Dalam gelar pasukan tersebut turut hadir Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Wakil Gubernur Emil Dardak, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi.

Apel gelar pasukan menjelang G20 ini menurunkan seluruh instansi pengamanan diikuti oleh 709 personel gabungan TNI-Polri, dan dari instansi terkait, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Sentra Komunikasi (Senkom), serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi.

Dalam apel gelar pasukan tersebut Pangdam dan Kapolda juga mengecek langsung kesiapan personil dan alustista.

Mengurut Pangdam pertemuan G20 yang akan digelar di Bali bukan pertemuan biasa. Pertemuan tersebut merupakan forum utama kerja sama ekonomi global, yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian yang besar.

Dalam forum berskala internasional itu mewakili lebih dari 75 persen perdagangan dunia yang akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, kepala negara atau kepala pemerintahan negara-negara besar. “Ini kehormatan bagi Indonesia. Karena itu pengamanan harus maksimal,” ujarnya.

Pendaftaran PPPK Dibuka, Banyuwangi dapat Kuota 552 Formasi

Kapolda Jawa Timur Irjen Toni Harmanto menambahkan, gelar pasukan ini membangun soliditas dan kesiapsiagaan personel dalam menyambut KTT G20. “Kita siapkan semua tim, termasuk tim elit khusus. Kita bangun solidaritas dan kesiapsiagaan personel pengamanan baik TNI maupun Polri,” tegasnya.

Sementara Bupati Ipuk mengatakan sebagai daerah penyangga G20, Pemkab Banyuwangi bersama TNI-Polri juga rutin menggelar simulasi pengamanan di wilayah perairan Banyuwangi, Bandara, dan objek vital lain yang melibatkan semua unsur pengamanan.

“Kami bersinergi dan saling melengkapi pengamanan G20 sesuai kapasitas di daerah. Terima kasih kepada Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, dan unsur pengamanan lainnya yang saling bersinergi untuk melakukan pengamanan G20,” ujar Ipuk.

Menurut dia, agenda KTT G20 diharapkan dapat menjadi momentum sinergi dan kolaborasi seluruh sektor.

“Keberhasilan dari G20 harus menjadi perhatian karena akan berdampak luas bagi Indonesia. Pemkab Banyuwangi siap untuk berpartisipasi dalam memastikan pengamanan presidensi KTT G20 di bali,” kata Ipuk.

Artikel Terkait