Total Perputaran Omset di Banyuwangi Flower Festival Capai Hampir Setengah Miliar
Berbagai upaya dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk mengembangkan sektor pertanian salah satunya dengan menggelar Banyuwangi Flower Festival, yang memamerkan beragam kekayanan pertanian daerah tersebut.

BanyuwangiNet-Banyuwangi Festival yang digagas Pemkab Banyuwangi, terbukti mampu membangkitkan ekonomi arus bawah. Di Flower Festival yang digelar Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, 18-24 Oktober. mampu menggerakkan ekonomi Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Total omset dari UMK yang ada di festival tersebut mencapai hampir setengah miliar.
Selama tujuh hari digelar, menurut penghitungan Dinas Pertanian dari data yang dihimpun berdasarkan UMKM yang terlibat, total omset mencapai Rp 444.954.000. Terdapat 46 UMK yang terlibat dalam festival tersebut mulai dari kuliner, batik, bibit buah, tanaman hias, dan lainnya.
Rata-rata omset tiap UMKM mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 30 juta selama pagelaran Festival Flower. “Banyuwangi Festival yang kami gelar bukan sekadar event pariwisata saja, namun harus ada dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Alhamdulilah selama Flower Festival banyak usaha rakyat yang mendapat berkahnya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
“Mulai dari warga yang menjual makanan dan minuman seperti pentol, kebab, kopi, buah, dan lainnya bisa mendapat keuntungan ekonomi. Inilah yang kami harapkan dari Banyuwangi Festival,” jelas Ipuk, Kamis (27/10/2022).
Angkat Usaha Warga Miskin Desa, Banyuwangi Salurkan Ribuan Bantuan Alat Usaha
Ditambahkan Plt Kepala Dinas Pertanian Mohammad Khoiri, tidak hanya UMK yang mendapat dampak ekonomi tapi juga petani. Selama 120 hari mulai persiapan hingga pelaksaanaan, Festival Flower melibatkan 20 petani. Para petani tersebut menaman hingga merawat ratusan jenis tanaman seperti bunga matahari, marigold, aglaonema, aroud, dan lainnya di lahan seluas 1 hektare tersebut.
“Mereka kami rekrut untuk mempersiapkan event ini. Karena di Festival Flower, tanaman yang dipamerkan ditanam dan dirawat langsung oleh petani. Selama 120 hari setara dengan Rp 180 juta ongkos kerja,” kata Khoiri.
Di Flower Festival memamerkan beragam kekayanan pertanian Banyuwangi. Lahan seluas satu hektar terdapat berbagai jenis tanaman hias, holtikultura, pangan, serta produk unggulan Banyuwangi lainnya. Beragam tanaman warna warni tertata apik, dipadukan dengan berbagai ornamen pertanian menambah nuanasa menjadi kian menarik.
Festival Flower menjadi ruang bagi petani dan pegiat pertanian untuk menampilkan produk andalannya. Festival ini menjadi sarana efektif untuk mengedukasi publik. Selain berwisata, masyarakat dikenalkan berbagai produk tanaman. Pengunjung juga bisa langsung berkonsultasi ke tim yang sudah disiapkan. Ini juga u