Warga Banyuwangi Diminta Waspadai Penyakit dengan Gejala Mirip Flu

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 12 September 2026, 19:21 WIB
ChatGPT Image 12 Sep 2026, 18.27.37
ilustrasi gejala influenza.

BanyuwangiNet.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit dengan gejala mirip influenza atau Influenza-Like Illness (ILI). Gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, batuk, sakit tenggorokan, serta pada sejumlah kasus disertai gangguan pernapasan akut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan, belakangan cukup banyak warga yang mengalami gejala tersebut dan telah memeriksakan diri maupun mendapatkan pengobatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Banyuwangi.

“Kemenkes menyebut kasus ini sebagai Influenza-Like Illness (ILI), yaitu penyakit yang menyerang seperti influenza. Untuk kasus yang agak berat, biasanya disertai demam dan perubahan kondisi tubuh, Kemenkes menyebutnya Severe Acute Respiratory Infection (SARI),” jelasnya, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Amir, kasus dengan gejala ILI terpantau mengalami peningkatan sepanjang 2026. Jumlah tertinggi tercatat pada Januari dengan angka lebih dari 10 ribu kasus. Setelah itu, jumlah kasus relatif berada pada kisaran yang lebih rendah, tetapi masih cukup tinggi.

“Sementara dari bulan Februari, Maret, hingga bulan kemarin, rata-rata tercatat sekitar 8.500 kasus per bulan,” terangnya.

Memasuki awal September, Dinas Kesehatan Banyuwangi masih meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk terus melaporkan perkembangan kasus. Pelaporan tersebut diperlukan untuk memantau tren penyakit sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penularan di masyarakat.

Amir menjelaskan, kondisi cuaca yang sedang mengalami masa transisi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Menurutnya, perubahan lingkungan dan cuaca membuat tubuh membutuhkan proses adaptasi. Dalam kondisi tertentu, proses tersebut dapat diikuti penurunan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan.

“Saat ini masih dalam masa transisi cuaca dan diperkirakan kondisi kemarau akan meningkat. Pada masa transisi ini, proses adaptasi membuat imunitas tubuh cenderung menurun. Penurunan imunitas yang berbarengan dengan perubahan lingkungan ini memicu peningkatan kasus,” terangnya.

Bupati Ipuk Paparkan Inovasi Layanan Kesehatan Banyuwangi di Leimena Conference 2026

Karena itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Upaya yang disarankan antara lain memperbanyak konsumsi cairan, mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.

Selain menjaga daya tahan tubuh, masyarakat juga diminta memperhatikan upaya untuk mengurangi risiko penularan. Dinas Kesehatan mengimbau warga kembali menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker ketika diperlukan dan menerapkan etika batuk.

79 CPNS Banyuwangi Resmi Jadi PNS, 19 Tenaga Kesehatan Dapat Penguatan

Kondisi lingkungan di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Sirkulasi udara harus dipastikan berjalan dengan baik dan kelembapan ruangan dijaga agar tidak terlalu tinggi. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah membuka jendela secara berkala sehingga udara dapat berganti dan cahaya matahari masuk ke dalam rumah.

“Rumah yang tertutup dapat meningkatkan risiko penularan dan penyebaran,” ujarnya.

Artikel Terkait