79 CPNS Banyuwangi Resmi Jadi PNS, 19 Tenaga Kesehatan Dapat Penguatan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 12 Agustus 2026, 18:44 WIB
1001002029
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani bersama para PNS yang baru mendapatkan SK pengangkatan.

BanyuwangiNet.com – Sebanyak 79 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Banyuwangi resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari jumlah tersebut, 19 orang merupakan tenaga kesehatan yang akan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Ruang Rempeg Jogopati, Rabu (12/8/2026). Dari 17 tenaga kesehatan tersebut, terdiri atas tiga dokter spesialis, tujuh dokter umum, dua tenaga fungsional kesehatan, dan tujuh apoteker.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, penguatan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Penambahan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis dan dokter umum, diharapkan semakin memperkuat layanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Banyuwangi adalah menghadirkan dokter spesialis untuk memberikan pembinaan dan meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di puskesmas melalui program PAS atau Puskesmas Asuhan Spesialistik.

“Dengan adanya tambahan tenaga dokter spesialis dan dokter umum serta tenaga kesehatan lainnya ini, bisa memperkuat pelayanan kesehatan pada masyarakat,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk mengingatkan para PNS baru agar tidak memandang status kepegawaian semata sebagai jaminan masa depan pribadi. Menurutnya, menjadi PNS juga membawa tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang baik.

“Jangan hanya berpikir untuk diri sendiri bahwa mau menjadi PNS karena masa depannya lebih terjamin. Tapi menjadi PNS itu harus bisa menjamin bahwa masyarakat terlayani, dan menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di daerah,” kata Ipuk.

Ipuk juga meminta para PNS baru mampu beradaptasi dengan perubahan. Perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik membuat aparatur pemerintah harus bekerja lebih cepat, efektif, dan inovatif.

“PNS harus lebih adaptif terhadap perubahan. Manfaatkan teknologi untuk mempermudah pekerjaan, namun jangan sampai ketergantungan. Terus belajar, dan jangan malas meng-upgrade diri,” kata Ipuk.

2.074 Peserta CPNS Banyuwangi Ikuti Ujian untuk 89 Formasi

Ia juga menekankan pentingnya kreativitas dalam memberikan pelayanan publik.

“Tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan tepat terus meningkat. Gali terus kreativitas dan inovasi,” tambahnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Banyuwangi, Ilzam Nuzuli menjelaskan, 79 orang yang menerima SK merupakan CPNS formasi tahun 2024.

Transparansi Seleksi CPNS di Banyuwangi Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Mereka terdiri atas tiga dokter spesialis, tujuh dokter umum, dua fungsional kesehatan, tujuh apoteker, enam auditor, serta 54 fungsional teknis lainnya.

“Mereka terdiri atas 3 dokter spesialis, 7 dokter umum, 2 fungsional kesehatan, 7 apoteker, 6 auditor, serta 54 fungsional teknis lainnya,” urai Ilzam.

Menurut Ilzam, pada seleksi CPNS formasi tersebut terdapat 81 orang yang dinyatakan lolos. Namun, dari jumlah itu, 79 orang telah mengikuti dan dinyatakan lulus pendidikan dan pelatihan dasar (latsar) yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dengan kelulusan latsar tersebut, 79 CPNS itu memenuhi persyaratan untuk menerima SK pengangkatan sebagai PNS dari Bupati Banyuwangi.

Artikel Terkait