Usung Tema “Ijen Geopark”, Rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival Digelar Selama Sepekan
BanyuwangiNet.com – Salah satu event unggulan Banyuwangi Festival, yakni parade etnik Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) tahun ini digelar lebih atraktif. Mengusung tema keelokan “The Magic of Ijen Geopark”, digelar selama sepekan 4-9 Juli 2023.
Di event yang masuk dalam agenda kalender event nasional Karisma Event Nusantara (KEN)tersebut, puluhan talent akan berparade di sepanjang catwalk jalanan kota Banyuwangi menampilkan beragam busana etnik yang dikreasikan secara kontemporer.
“BEC tahun ini berbeda. Kalau biasanya digelar hanya satu hari, kali ini kita gelar lebih lama selama sepekan. Selain ada parade kostum kolosal, juga banyak agenda menarik yang wajib kalian saksikan. Pastikan jangan sampai ketinggalan acaranya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Jelang Idul Adha, Banyuwangi Periksa Kondisi Ternak dan Beri Sertifikat Veteriner di Lapak Dadakan
Ipuk mengatakan BEC tahun ini sengaja mengusung tema The Magic of Ijen Geopark, yang mengangkat keelokan kawasan Ijen Geopark.
“Sengaja dipilih tema ini sebagai ungkapan rasa bangga masyarakat Banyuwangi atas ditetapkannya Ijen Geopark sebagai anggota Jaringan Geopark Dunia/ Unesco Global Geopark (UGG). Lewat BEC, kita tunjukkan keindahan Ijen Geopark Banyuwangi kepada khalayak luas,” ujar Ipuk.
7 Sub Tema Banyuwangi Ethno Carnival
Ditambahkan Pj Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Ahmad Choliqul Ridho, tema ini menceritakan keindahan situs-situs Ijen Geopark yang terletak di Kabupaten Banyuwangi. Ada 7 situs yang menginspirasi sub tema BEC tahun ini. Yakni kawah Ijen yang eksotis dengan danau kawah berwarna hijau tosca dan fenomena api biru.
Pantai Sembulungan yang menyimpan banyak situs peninggalan sejarah zaman kerajaan hingga zaman penjajahan. Seperti goa, meriam, hingga sandaran kapal milik Jepang.
Serunya Parade Hewan Ternak di Banyuwangi Livestock Contest 2023, Sapi 1,136 Ton Jadi Pemenang
Pantai Parang Ireng, air terjun Lider, Sukamade, pantai Pulau Merah, hingga Alas Purwo yang menyimpan banyak situs di dalamnya. Seperti, pantai G-Land yang memiliki ombak tertinggi kedua di dunia, savana Sadengan dengan beragam kekayaan hayatinya, serta Goa Istana yang konon pernah dikunjungi presiden pertama RI, Ir. Soekarno.
“Puluhan busana yang bakal diparadekan nanti disajikan secara tematik, merepresentasikan masing-masing situs tersebut,” ungkap Ridho.
Ridho menyebut, selain aksi parade kostum kolosal, BEC 2023 akan diwarnai sejumlah agenda. Di awali pameran karya geopark nasional, dilanjutkan parade ethno wear, musyawarah nasional (munas) badan pengelola geopark se-Indonesia, serta awarding dan konser musik.
“Pada hari H juga ada pertujunkan tari gandrung kolosal dan fragmen apik yang menceritakan keelokan situs-situs Ijen Geopark,” ungkap Ridho.
Festival Arsitektur Banyuwangi, Pamerkan Ratusan Karya Arsitek Nusantara hingga Dunia
BEC kali ini melibatkan ratusan seniman muda. Mulai dari talent yang terlibat sebagai peraga kostum, pemusik, penari, hingga para desainer busana. Khusus talent yang terlibat dalam parade, mereka telah mengikuti berbagai rangkaian proses.
Salah satunya workshop yang diikuti para talent mulai pelajar tingkat SD hingga perguruan tinggi. Workshop ini melibatkan profesional yang memberikan materi kepada peserta terkait runway, fashion dance, ekspresi, hingga tari tradisional.
Seluruh talent juga telah mengikuti tahap penilaian kostum, di GOR Tawang Alun, Selasa (20/6/2023) lalu. Satu per satu sub tema diperagakan secara apik oleh peserta di hadapan dewan juri, lengkap dengan make-up dan aksesorisnya.
“Pada tahap ini, dewan juri masih memberikan arahan untuk menyempurnakan performance mereka sebelum tampil pada hari H. Misalnya terkait make up, kostum, dance dan sebagainya,” tambah Ridho.