Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-79, Bupati Ipuk: Perkuat Kolaborasi Tuntaskan Permasalahan Sosial

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 17 Agustus 2024, 22:06 WIB
IMG-20240817-WA0059

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 RI di halaman Kantor Pemkab Banyuwangi, Sabtu (17/8/2024). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu menuntaskan pekerjaan rumah daerah, mulai masalah kemiskinan hingga peningkatan kualitas hidup warga.

Dikatakan Bupati Ipuk, HUT Proklamasi merupakan momen bagi seluruh warga untuk kembali meneguhkan semua daya dan pikir bagaimana membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan berkarakter kuat. Maka, semangat gotong royong, menjadi landasan bagi semua pihak untuk membangun bangsa ini.

“Berkat kolaborasi yang sinergis, kita bersama berhasil menurunkan angka kemiskinan. Tahun kemarin kita di angka 7,34 persen, sekarang turun menjadi 6,54 persen. Sekali lagi, ini hasil gotong royong banyak pihak,”kata Ipuk.

Berbagai program kemiskinan telah diluncurkan oleh Bupati Ipuk. Mulai ASN Peduli dimana ribuan ASN Banyuwangi bergotong royong membantu warga kurang mampu di sekitarnya. Hingga Program Banyuwangi Berbagi yang mengajak banyak elemen masyarakat untuk berkolaborasi menuntaskan masalah kemiskinan di Banyuwangi.

Bupati Ipuk Doa dan Makan Bersama Warga di Taman Makam Pahlawan

Program ini tidak hanya melibatkan para ASN, namun juga banyak pihak lainnya mulai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi, PUDAM hingga perbankan. Hal ini sebagai upaya gotong royong menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah ujung timur Jawa ini.

“Pada tahun 2021, ketika saya menjabat angka kemiskinan bertengger di 8,07 persen. Sekarang sudah turun hingga 6,54 persen. Mari bersama kita kuatkan ikatan ini. Bersama kita kuat,”kata Ipuk.

Selain angka kemiskinan yang semakin turun, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi juga terus terkerek naik. Dari 4,43 persen di tahun 2022, naik menjadi 5,03 persen di 2023. Pendapatan perkapita juga meningkat dari sebesar Rp. 53,822 juta di tahun 2022, menjadi sebesar RP. 58,086 juta di 2023.

Ipuk lalu mengingatkan tentang tiga musuh utama perjuangan di era modern. Meliputi kemiskinan, kebodohan, dan keteringgalan.

“Untuk itu, saya mewanti-wanti agar semua jajaran pemkab memastikan agar setiap anak di Banyuwangi bisa mendapatkan akses pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan. Para kades, lurah, camat dan kepala OPD harus lebih peka dan sigap,” pesan Ipuk.

Lestarikan Potensi Tembang Daerah di Festival Gending Using Banyuwangi

Upacara HUT RI di Kantor Pemkab Banyuwangi tersebut diikuti para ASN di lingkungan Pemkab setempat. Turut hadir Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah, Sekretaris Daerah Mujiono, serta jajaran OPD Pemkab Banyuwangi yang kompak mengenakan ragam pakaian adat nusantara yang melambangkan kebhinekaan budaya Indonesia.

Tak terkecuali Bupati Ipuk yang memilih mengenakan Baju adat Tinkuluak Talakuang dari Koto Gadang, Sumatera Barat. Baju ini mencerminkan adat Minangkabau yang berfalsafah adat basyandi syarak, syarak basandi kitabullah. Yang mana, adat di Minangkabau mencerminkan spirit keagamaan.

Ipuk sengaja memilih baju adat tersebut karena dinilai tepat merepresentasikan kultur masyarakat Banyuwangi.

“Busana ini saya kira tepat dengan kultur masyarakat Banyuwangi. Di mana agama menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat. Sebagai pemimpin daerah, saya berkewajiban untuk menjaga dan melestarikan harmonisasi di antara adat dan agama dalam kehidupan masyarakat Banyuwangi,” tutup Ipuk. (*)

Artikel Terkait