Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Banyuwangi Simulasi Evakuasi Bencana

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 5 November 2024, 15:59 WIB
IMG-20241105-WA0048 (1)

BanyuwangiNet.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengadakan simulasi evakuasi bencana gempa megathrust di Dusun Purwosari, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, pada Selasa (5/11/2024). Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat setempat dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Pemilihan Desa Buluagung sebagai lokasi simulasi dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana di wilayah tersebut, yang termasuk dalam area rawan terdampak gempa megathrust. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperingatkan potensi gempa megathrust di pantai selatan Jawa, yang diprediksi mampu memicu tsunami dengan dampak destruktif. Di Jawa Timur sendiri, terdapat delapan wilayah pesisir yang berpotensi terdampak gempa, termasuk Banyuwangi.

Sambut Lonjakan Penumpang Nataru, Dukung Kesejahteraan Masyarakat dan Pariwisata Banyuwangi

“Simulasi ini sebagai langkah antisipasi. Kita edukasi masyarakat bagaimana melakukan mitigasi dini saat terjadi gempa dan tsunami. Dengan persiapan yang matang, kita berharap dampaknya bisa diminimalisir. Namun, kita tetap berdoa agar bencana tersebut tidak terjadi,” kata Plt. Bupati Banyuwangi, Sugirah.

Simulasi dimulai dengan skenario terjadinya gempa besar di laut selatan. Sirine tanda bahaya dibunyikan sebagai peringatan akan potensi tsunami, dan warga yang telah dibekali pengetahuan evakuasi segera bergerak menuju dataran tinggi, yang telah dipetakan sebagai area aman. Beragam cara dilakukan warga untuk menuju titik evakuasi, mulai dari berjalan kaki, mengendarai motor, hingga menunggu tumpangan di titik kumpul, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, serta warga yang terluka.

Transparansi Seleksi CPNS di Banyuwangi Diharapkan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Danang Hartarto, menjelaskan bahwa simulasi ini sekaligus memperkenalkan langkah-langkah mitigasi bencana kepada masyarakat. Selain itu, BPBD juga telah memasang sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) di delapan titik sepanjang pesisir selatan untuk memberikan peringatan jika terjadi gempa yang berpotensi tsunami.

“Ada sepuluh lokasi yang telah dipasangi alarm peringatan, mulai dari Kampung Mandar hingga Pantai Satelit Muncar,” ujar Danang. Alarm tersebut diuji setiap bulan untuk memastikan fungsinya optimal jika keadaan darurat terjadi.

Selain di Buluagung, simulasi evakuasi serupa akan digelar di tiga wilayah pesisir lainnya, yaitu Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo, Desa Kalipahit Kecamatan Tegaldlimo, dan Desa Tembokrejo Kecamatan Muncar.

Artikel Terkait