Tiga Hari Pencarian, Pemancing yang Hilang di Pantai Sukamade Ditemukan Meninggal Dunia
BanyuwangiNet.com – Iwan Krisdianto (34), seorang pemancing yang dilaporkan hilang setelah terseret ombak di sekitar Pulau Musing, dekat Pantai Sukamade, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Selasa (18/3/2025). Penemuan ini terjadi pada hari ketiga operasi pencarian.
Jemput Bola Layanan Publik di Kampung Tengah Hutan Pinus Banyuwangi
Berdasarkan laporan dari Basarnas, jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan setempat yang melihat tubuh terapung di perairan lepas. Setelah menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan segera menuju lokasi dan mengevakuasi jenazah ke atas perahu sebelum membawanya ke daratan. Setelah tiba di pantai, jenazah dibawa ke Puskesmas setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setyo Budi, mengonfirmasi bahwa korban yang merupakan warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal ia terseret ombak.
Banyuwangi Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat dalam Rencana Kerja Pemerintah 2026
“Korban ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB,” ujar Wahyu.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan, dan tim pencari yang berasal dari berbagai instansi kembali ke satuannya masing-masing.
Iwan dilaporkan hilang, Sabtu (15/3/2025) malam, saat sedang memancing bersama empat rekannya, yaitu Okky, Wahid, Sulis, dan Didik. Okky dan Wahid merupakan tetangga korban, sedangkan Sulis dan Didik berasal dari Desa Sumbersuko, Kecamatan Siliragung.
Kelompok pemancing ini berangkat dari Pantai Rajegwesi sekitar pukul 21.00 WIB dan tiba di Pulau Musing setelah menempuh perjalanan laut selama satu jam. Pulau Musing merupakan daratan kecil yang berada di dekat Pantai Sukamade dan menjadi lokasi favorit mereka untuk memancing.
Bupati Banyuwangi Sampaikan LKPJ 2024, Paparkan Capaian Pembangunan
Sekitar pukul 22.30 WIB, Iwan yang sedang berada di tepi tebing tersapu ombak besar dan terhempas ke tengah laut. Salah satu rekannya yang menyaksikan kejadian itu segera melemparkan alat apung ke arah Iwan, tetapi korban tidak dapat meraihnya dan akhirnya tenggelam.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban segera kembali ke Pantai Rajegwesi untuk mencari bantuan. Informasi mengenai hilangnya Iwan kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat, yang segera menghubungi tim penyelamat untuk melakukan pencarian.
Penemuan Iwan pada hari ketiga pencarian menutup operasi penyelamatan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas, nelayan setempat, dan relawan. Keluarga korban kini telah menerima jenazah untuk dimakamkan.