Suami Bunuh Istri di Banyuwangi, Pelaku Langsung WA Polisi untuk Menyerahkan Diri

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 20 Oktober 2025, 13:20 WIB
LOKASI PEMBUNUHAN - Polisi menggelar olah TKP di rumah pasutri lokasi pembuhuhan di Jalan Serayu Nomor 54, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/10/2025). bun Jatim Timur - 2025-10-20T131947.157
LOKASI PEMBUNUHAN - Polisi menggelar olah TKP di rumah pasutri lokasi pembuhuhan di Jalan Serayu Nomor 54, Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/10/2025).

BanyuwangiNet.com – Seorang suami yang bekerja di salah satu BUMN berinisial GDF (41), mengirim pesan WA kepada polisi untuk menyerahkan diri, setelah membunuh istrinya pegawai bank swasta, BW (52), di rumah mereka di Jalan Serayu Nomor 54, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi, Senin (20/10/2025) pagi.

Pelaku sempat mencari nomor kontak polisi melalui grup WhatsApp sebelum akhirnya mengirim pesan kepada seorang anggota Satlantas Polresta Banyuwangi.

Dalam pesan tersebut, dia mengaku telah membunuh istrinya dan ingin menyerahkan diri.

“Sekitar pukul 08.30 WIB, pelaku mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu personel Polresta Banyuwangi dari unit Laka. Ia menyampaikan bahwa ingin menyerahkan diri karena telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya,” jelas Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra.

Usai menerima laporan, petugas Satlantas tersebut segera meneruskan informasi tersebut ke Satreskrim Polresta Banyuwangi. Tim Resmob kemudian bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Pesona Batik Wader Kesit di Banyuwangi Batik Festival 2025: Simbol Semangat Wastra Lokal

“Setiba di lokasi, tim menemukan terduga pelaku berada di teras rumah dengan pintu terbuka. Di dalam rumah, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di ruang makan dengan luka tusuk di bagian dada,” tutur Kapolresta Rama Samtama.

Polisi langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan. GDF kemudian digelandang ke Mapolresta Banyuwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk keperluan autopsi.

“Pelaku mengakui menusuk istrinya menggunakan pisau dapur hingga korban meninggal dunia di lokasi. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjutan,” imbuh Rama.

Gandrung Sewu 2025 Lebih Meriah, Ratusan Diaspora Penari dari AS hingga Papua Turut Serta

Berdasarkan hasil pemeriksaan, saat peristiwa terjadi kondisi rumah dalam keadaan sepi. Ketiga anak pasangan tersebut sedang tidak berada di rumah.

“Anak pertama sedang kuliah di Malang, anak kedua bersekolah di tingkat SMK, dan anak bungsu di SMP. Jadi saat kejadian, hanya pelaku dan korban yang ada di rumah,” ujar Kapolresta.

Motif penusukan masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pisau dapur yang digunakan pelaku.

Artikel Terkait