Sekolah di Banyuwangi Kembangkan Wisata Edukasi, Mulai Laboratorium Geopark hingga Rumah Pengolahan Sampah

BanyuwangiNet.com – Sekolah di Banyuwangi kembangkan wisata edukasi bekerjasama dengan destinasi yang berdekatan. Mereka menawarkan pengalaman unik yang ramah anak dan keluarga.
Seperti SMP 2 Genteng yang mengembangkan tempat belajar yang nyaman. Sekolah ini menawarkan paket wisata edukasi dengan menggandeng sejumlah destinasi wisata yang berdekatan dengan lokasi sekolah.
Seperti UMKM minuman herbal ‘Raja Sempu’, pusat budidaya anggrek ‘Raung Orchid’, wisata alam Legomoro, wisata religi Antaboga, hingga wisata air terjun gunung Raung yang lokasi tak terlalu jauh dari sekolah.
“Kami ingin sekolah ini menjadi pusat belajar yang menyenangkan, tak hanya bagi para siswa tapi juga masyarakat luas,” kata Wahyu Handayani, Kepala Sekolah SMPN 2 Genteng.
SMP 2 Genteng berlokasi di Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng. Sekolah ini berada di tengah hamparan persawahan dengan view gunung Raung yang indah.
Masuk ke lokasi sekolah, pelajar akan disuguhi laboratorium geopark yang menyuguhkan sejumlah situs geologi (geosite) di kawasan Geopark Ijen, seperti lava bantal parang Ireng, sedimen kendenglembu, dan batu kalsedon.
Ada juga situs biologi (biosite), misalnya tanaman paku tiang dan wresah. Serta situs budaya (culturesite), seperti tembikar dan lumpang batu.
Wahyu menyebut ada dua paket wisata edukasi yang ditawarkan, semuanya diawali dari lokasi sekolah. Selain edukasi tentang Ijen geopark, masyarakat juga akan diajak melihat proses pembuatan batik ecoprint, pengolahan sampah, inovasi sains, hingga menikmati kuliner khas di cafe sekolah.
“Siswa kami libatkan dalam semua kegiatan. Mulai membatik, mengolah sampah, membuat pupuk organik, hingga kuliner yang kita tawarkan di cafe adalah hasil kreasi siswa,” ujar Wahyu.
Kendalikan Inflasi, Banyuwangi Genjot Produksi Bawang Merah dan Cabai Rawit lewat Sekolah Lapang
Sementara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi inovasi sekolah. Menurutnya, inovasi tersebut sangat mendukung program vokasi yang terus digalakkan pemkab.
“Pelajar tidak hanya belajar teori di dalam kelas, namun langsung diarahkan ke program praktis. Sehingga siswa menjadi lebih terampil ,” kata Ipuk.
Ipuk berharap, konsep sekolah wisata dapat memperkuat pendidikan karakter para pelajar. “Ini bisa menjadi upaya meminimalisir bullying di sekolah karena siswa dilibatkan dalam kegiatan yang positif,” kata Ipuk.
Ipuk mengimbau agar sekolah-sekolah lain bisa mencontoh program sekolah wisata edukasi tersebut. Menurut Ipuk program ini sebagai salah satu implementasi program Merdeka Belajar yang dicanangkan Kemendikbud Ristek.
“Mewujudkan lingkungan sekolah yang nyaman dan ramah anak adalah keharusan. Sehingga anak-anak bisa belajar dengan gembira dan nyaman, bisa memilih program-program yang mereka minati. Maka sarana prasarananya harus dilengkapi di sekolah,” papar Ipuk.