Ribuan UMKM Terlibat di Pasar Takjil “Ngerandu Buko” Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 1 Maret 2025, 22:12 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat berburu takjil di Pasar Takjil Boom Marina.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat berburu takjil di Pasar Takjil Boom Marina.

BanyuwangiNet.com – Memasuki bulan Ramadan, puluhan pasar takjil resmi digelar di seluruh kecamatan di Banyuwangi. Ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut berpartisipasi dalam festival “Ngerandu Buko,” sebuah tradisi tahunan yang menjadi ajang kuliner sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penyelenggaraan pasar takjil di setiap kecamatan.

Banyuwangi Dorong Pasar Takjil Ramadan yang Ramah Lingkungan

“Di tiap Ramadan kami selalu mendukung digelarnya pasar takjil di seluruh wilayah Banyuwangi. Karena ini adalah momentum untuk meningkatkan ekonomi arus bawah. Kami sudah minta camat untuk mendukung dan menggelar pasar takjil di tiap kecamatan,” ujar Ipuk saat membuka Festival Ngerandu Buko di Pantai Marina Boom pada Sabtu (1/3/2024).

Dalam bahasa Osing, “Ngerandu Buko” berarti menunggu waktu berbuka puasa. Tahun ini, sebanyak 78 titik pasar takjil tersebar di seluruh kecamatan Banyuwangi, dengan lebih dari 1.480 UMKM yang terlibat. Setiap kecamatan memiliki dua hingga lima lokasi pasar takjil untuk memudahkan akses masyarakat.

Pemkab Banyuwangi Sesuaikan Jam Kerja dan Pelayanan Publik Selama Ramadan 2025

Bupati Ipuk juga mengingatkan para pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan dan kelancaran lalu lintas. “Kami sangat mendukung digelarnya pasar takjil. Namun, kami minta agar tetap menjaga kebersihan dan kelancaran lalu lintas. Jangan sampai pasar takjil mengganggu arus lalu lintas,” pesannya.

Selain itu, Ipuk mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dengan membawa wadah belanja sendiri. “Ayo mulai sekarang kita biasakan belanja membawa kantong atau wadah dari rumah,” ajaknya.

Cakupan Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Semakin Meluas

Di wilayah perkotaan, Pasar Takjil Ramadan digelar di dua lokasi utama, yaitu Pantai Marina Boom dan Jalan Brigjen Katamso. Tahun ini, Pantai Marina Boom untuk pertama kalinya menjadi lokasi pasar takjil, hasil kerja sama dengan Pelindo Properti Indonesia (PPI).

Pengunjung dapat menikmati suasana pantai sambil berburu kuliner tanpa harus membayar tiket masuk, cukup dengan membayar biaya parkir. “Jadi bisa berburu takjil sambil berwisata menikmati keindahan sunset di Pantai Marina Boom,” kata Ipuk.

Saat berkeliling di pasar takjil Marina, Ipuk terlihat berbelanja berbagai makanan dan minuman untuk berbuka puasa, seperti pisang rebus dan gulai kaldu kacang hijau. “Sangat banyak jenis makanan dan minuman kekinian yang menggugah selera di sini. Ayo belanja ke pasar takjil dan dukung UMKM Banyuwangi,” tambahnya.

Antusiasme Pedagang dan Pengunjung

Para pedagang yang berpartisipasi merasakan dampak positif dari festival ini. Nita, salah satu pedagang minuman kekinian di Pasar Takjil Pantai Marina Boom, mengaku dagangannya laris manis pada hari pertama. “Alhamdulillah hari ini ramai sekali. Baru pertama ikut berjualan di Pasar Takjil Ramadan. Mudah-mudahan tahun mendatang bisa berjualan lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Mila, seorang pengunjung, menyambut baik penyelenggaraan pasar takjil di Pantai Marina Boom. “Sekalian ngabuburit menikmati pantai. Di sini juga harga makanannya terjangkau,” katanya.

Festival “Ngerandu Buko” di Banyuwangi tidak hanya menjadi sarana untuk mendapatkan aneka hidangan berbuka puasa, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menyambut Ramadan.

Artikel Terkait