Banyuwangi Dorong Pasar Takjil Ramadan yang Ramah Lingkungan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 28 Februari 2025, 22:03 WIB
Pasar Takjil Ramadan Banyuwangi 2024.
Pasar Takjil Ramadan Banyuwangi 2024.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendukung tradisi pasar takjil yang marak digelar selama bulan Ramadan 2025 di berbagai desa dan kampung. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan membawa wadah atau kantong belanja sendiri saat berbelanja takjil.

“Silakan berburu makanan dan minuman di pasar-pasar, tapi jangan lupa untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Bawa kantong belanja sendiri, dan jika memungkinkan, bawa wadah sendiri. Mari kita biasakan membawa kantong belanja dari rumah,” ujar Ipuk, Jumat (28/2/2025).

Pemkab Banyuwangi Sesuaikan Jam Kerja dan Pelayanan Publik Selama Ramadan 2025

Sebagai bagian dari upaya mengurangi sampah plastik, Pemkab Banyuwangi telah mengeluarkan imbauan resmi agar pembeli dan pedagang di pasar takjil tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai. Imbauan yang ditandatangani oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dwi Yanto, menyatakan bahwa pedagang diharapkan menyediakan kantong berbayar yang ramah lingkungan sebagai alternatif.

“Harus dimulai dari langkah kecil seperti ini untuk mengurangi sampah plastik, yang telah menjadi isu besar dalam pengelolaan sampah,” kata Dwi Yanto.

Cakupan Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Semakin Meluas

Selain kampanye pengurangan plastik, Pemkab Banyuwangi juga memastikan kualitas makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil. Pemerintah akan mengoperasikan laboratorium kesehatan keliling yang secara bergilir menguji higienitas makanan dan minuman di berbagai pasar takjil.

“Kami ingin memastikan makanan yang dijajakan tidak hanya lezat tetapi juga sehat dan aman dikonsumsi,” jelas Ipuk.

Terkumpul 2.657 Paket Sembako Pengganti Karangan Bunga, Disalurkan Secara Bertahap

Untuk semakin meramaikan suasana Ramadhan, Pemkab Banyuwangi mengemas pasar takjil dalam acara bertajuk “Festival Ngerandu Buko.” Pasar takjil ini tidak hanya tersebar di kecamatan dan desa, tetapi juga hadir di beberapa lokasi baru, seperti Pantai Marina Boom.

Pasar takjil yang rutin digelar setiap tahun ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Dengan banyaknya pedagang yang berpartisipasi, pasar takjil memberikan peluang usaha bagi warga lokal sekaligus mempererat kebersamaan di tengah suasana Ramadan.

 

Artikel Terkait