Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis Banyuwangi, 360 Pasien Jalani Operasi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 30 September 2025, 19:53 WIB
OPERASI GRATIS: Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar operasi katarak gratis yang dilaksanakan pada 30 September hingga 4 Oktober 2025.
OPERASI GRATIS: Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar operasi katarak gratis yang dilaksanakan pada 30 September hingga 4 Oktober 2025.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi kembali menggelar operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu. Kegiatan tahap kedua tahun 2025 ini berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober di Kantor PMI Banyuwangi, Jalan Kartini.

Sebanyak 685 warga dari berbagai kecamatan mendaftar dalam program ini, dan 360 orang di antaranya memenuhi syarat untuk menjalani operasi katarak gratis. Sisanya akan menunggu kesempatan berikutnya karena kondisi kesehatan belum memungkinkan.

“Misalnya katarak belum matang, tekanan darah tinggi, atau kadar gula yang tidak stabil. Mereka bisa kembali mendaftar pada gelombang berikutnya,” jelas dr. Rezekiyanti, Koordinator Teknis Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis.

Okupansi Tinggi, Wings Air Tambah Penerbangan Surabaya-Banyuwangi Jadi 3 Kali Seminggu

Kerja Sama Pemkab Banyuwangi, PMI, dan John Fawcett Foundation

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Banyuwangi, PMI Banyuwangi, dan organisasi kemanusiaan John Fawcett Foundation (JFF) yang telah berjalan sejak 2014. Selama 11 tahun kerja sama, tercatat:

  • 27.536 warga mendapatkan layanan kesehatan mata,
  • 4.149 warga menjalani operasi katarak,
  • lebih dari 8.000 orang menerima pengobatan mata gratis,
  • 15.074 warga memperoleh kacamata gratis.

Sekolah Rakyat, Pendidikan Berbasis Asrama untuk Anak dari Keluarga Miskin di Banyuwangi Bertambah

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Banyuwangi dan John Fawcett Foundation yang terus berkontribusi menyehatkan masyarakat,” kata Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, saat membuka acara, Selasa (30/9/2025).

Mujiono menegaskan manfaat program ini bukan hanya dari sisi kesehatan, tapi juga sosial ekonomi. “Setelah kembali sehat, tentu warga bisa produktif lagi sehingga ekonominya bergerak,” tambahnya.

Selain operasi katarak, kegiatan ini juga menyediakan layanan lain seperti pemeriksaan mata, pemberian kacamata gratis, pemasangan bola mata palsu, hingga obat tetes mata. Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan enam kaki palsu dan satu tangan palsu hasil kerja sama dengan RSUD Sumberglagah Mojokerto.

Tradisi Muludan Bumi Blambangan Banyuwangi, Ribuan Telur dan Tausiyah Ustadz Wijayanto

Kerja sama dengan JFF pun diperpanjang melalui penandatanganan MoU terkait pelayanan kesehatan mata di Banyuwangi. Ketua JFF Indonesia, I Gede Bingin, menegaskan pihaknya berkomitmen melanjutkan dukungan sosial ini.

“Kami ingin terus berkontribusi untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Banyuwangi,” ujarnya.

Pelaksanaan operasi dibantu tiga fasilitas layanan, yaitu dua bus portable yang berada di halaman PMI Banyuwangi, serta ruang operasi di RSUD Blambangan. Setiap titik mampu melayani sekitar 90–100 pasien per hari.

Supri, warga Desa Tampo yang menjadi peserta, mengaku terbantu dengan program ini.
“Senang bisa operasi gratis. Semoga segera pulih dan bisa beraktivitas normal lagi. Dua tahun ini aktivitas saya terbatas karena katarak,” ujarnya.

Artikel Terkait